HTTP Status[404] Errno [0]

Mabes Polri Turun Selidiki Penyerangan Kantor Balaikota

10 August 2016 00:54
Mabes Polri Turun Selidiki Penyerangan Kantor Balaikota
Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos —  Tim investigasi dari Markas Besar Polisi (Mabes) Polri turun langsung ke Makassar untuk melakukan penyelidikan terkait penyerangan kantor Balaikota Makassar. Tim tersebut tiba di Makassar Senin (8/8/2016), sekira pukul 14.00 Wita‎.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya tim tersebut. Tujuannya kata dia, untuk mencari fakta dalam kasus perseteruan antara oknum polisi Sabhara Polrestabes dan oknum Satpol PP ‎Pemkot Makassar.

“Jadi tim pencari fakta ini melakukan investigasi terhadap ‎oknum anggota polisi Sabara yang terlibat penyerangan. Mereka akan diperiksa oleh tim mabes Polri, serta akan di lakukan penyelidikan lebih lanjut terkait apa motif penyerangan terhadap anggota Satpol PP Pemkot Makassar di Balaikota,”jelas Frans.

Kedatangan Tim Mabes ini, sambungnya, guna memeriksa sejumlah anggota polisi yang terlibat dalam penyerangan. “Tim Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang terlibat dalam penyerangan itu pada Selasa (9/8/2016). Sementara di pihak Satpol PP yang sebelumnya diamankan telah dipulangkan,” tambahnya.

Disebutkan Frans, yang diperiksa sebanyak 27 orang anggota Satpol PP, 4 warga sipil dan tiga oknum polisi.

Pernyataan Kapolda

Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan mengingatkan kepada personel Polda Sulsel untuk tidak terprovokasi dan menahan diri terkait kematian Bripda Michael Abraham Riuwpassa. Hal itu disampaikan kapolda pada apel pagi rutin di halaman Mapolda Sulsel, Senin (8/8/2016).

Ia menegaskan tidak boleh ada aksi balas dendam. “Memang benar kepolisian berduka, tapi tidak boleh ada terprovokasi apalagi melakukan aksi balas dendam,” tandasnya.

Dijelaskan pula, semua personel Polda Sulsel harus menahan diri dan jangan melakukan aksi anarkis. Pasalya, kata dia, hal itu akan berakibat fatal bagi diri dan institusi.

“Negara kita negara hukum, jangan main hakim sendiri dan jangan ada aksi balasan biarkan semua berjalan sesuai prosedur hukum. Jangan mudah terprofokasi, ingat, persoalan ini murni antar person, bukan antar Institusi,” tegasnya. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya