HTTP Status[404] Errno [0]

Kapolda dan Kapolrestabes Diperiksa

12 August 2016 01:53
Kapolda dan Kapolrestabes Diperiksa
Irjen Pol Anton Chaliyan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Chaliyan, Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Rusdi Hartono dan diperiksa tim dari Mabes Polri terkait dengan penyerangan anggotanya ke Balai Kota Makassar, Minggu (7/8).
“Saya dan pejabat lain sementara diperiksa tim Mabes Polri. Pernyataannya sekaitan dengan kasus-kasus bentokan antara oknum anggota dengan Satpol PP Makassar terkait dengan insiden itu,” kata Rusdi Hartono usai pemeriksaan di kantornya, Kamis.

Rusdi menjelaskan tim Mabes Polri meminta keterangan sekaitan dengan kejadian tersebut dan dirinya saat itu sedang berada di luar kota dan sedang cuti untuk mengikuti kegiatan reuni di Semarang.

“Tim mabes meminta keterangan berkaitan kasus itu. Sebagai pimpinan saya memberikan keterangan. Biarpun saya tidak di Makassar saat kejadian, tetap saya memberikan keterangan, saat kejadian itu saya sedang mengikuti acara di Semarang, Magelang dan Yogyakarta, dan waktu itu saya cuti,” katanya kepada wartawan.

Pemeriksaan juga dilakukan ke jajaran pejabat utama Polrestabes Makassar antara lain Wakapolrestabes AKBP Hotman Sirait, Plt Kasat Reskrim Kompol Musbagh Niam, dan Kasat Intel AKBP Kaimuddin yang bertanggungjawab saat kejadian itu di lantai dua kantor Polrestabes setempat.

Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyrakat Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan memang ada pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dari Mabes Polri untuk mencari informasi dan mencocokannya terkait dengan insiden di Balai Kota Makassar.

Meski demikian, kata Barung, pihak kepolisian tetap mengikuti prosedur tetap apa yang harus diberikan akan diberikan keterangan dan siap diperiksa yang berkaitan dengan tugas kepolisian.

Selain itu dirinya juga menyebut kepolisian telah menetapkan tersangka yang melakukan penikaman menggunakan sangkur atas anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham Rieuwpassa tewas pada saat kejadian.

“Tersangkanya sudah ada berinisial J umur 24 tahun. Dia akan dikenakan pasal 338 KHUP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan di Polrestabes Makassar,” paparnya kepada wartawan usai dialog terbuka di salah satu cafe di Makassar.

Sementara dari pihak kepolisian masih memeriksa lima oknum anggota Sabhara yang ikut dalam penyerangan itu, namun belum ditetapkan sebagai tersangka dari pihak internal Propam kepolisian.

Sebelumnya, terjadi cekcok antara oknum anggota polisi dengan anggota Satpol PP Kota Makassar di Anjungan Pantai Losari pada Sabtu (6/8) malam. Tidak terima direndahkan oknum polisi kemudian menyerang kantor Balai Kota Makassar sejak sabtu malam hingga Minggu (7/8/2016) dinihari.

Dalam insiden penyerangan itu seorang anggota Sabhara Polda Sulsel bernama Bripda Michael Abraham Rieuwpassa akhirnya tewas karena tertusuk sangkur pada bagian belakang punggung.

Usai mengobrak abrik kantor pemerintah itu, polisi membawa 25 anggota Satpol PP di kantor Polrestabes yang cukup berdekatan dengan balai kota.

Kedua belah pihak baik dari Kepolisian dan Pemerintah Kota Makassar sepakat mencari jalan damai untuk meredam adanya aksi susulan yang bisa saja terjadi dan dimanfatkan pihak ketiga untuk memperkeruh suasana yang sudah kondusif (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya