HTTP Status[404] Errno [0]

Senakal-nakalnya Alif, Anak Kita ji Juga

13 August 2016 01:30
Senakal-nakalnya Alif, Anak Kita ji Juga
Irjen Pol Anthon Charliyan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Hujatan yang dilayangkan kepada Muh.Alif Sahdan  (15) dengan label kenakalan ditanggapi serius oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Anthon Charliyan.

Anthon mengatakan, kelakuan Alif memang salah secara hukum, namun sanksi untuk menjustifikasi Alif  sebagai anak nakal justru akan mebuat masa depan dia menjadi tak jelas, hal itu akan berdampak pada generasi yang akan datang.

Selain itu, Alif, kata Anthon, juga memiliki hak dasar yang dilindungi UU, yakni hak Alif untuk tetap bersekolah, Anthon menyarankan agar adanya kurikuum yang mengajarkan tentang etika dan moral baik secara intra maupun eksternal pendidikan.

“Walaupun dia salah tetap hak anak mendapatkan sekolah yang akan diberi silahkan oleh Diknas atau group PGRI karena kalau diklasifikasikan dia sebagai nakal, dan di sekolahkan ke anak nakal, jangan sampai haknya hancur dikarenakan dilaporkan ke kantor polisi. Lagian juga, senakal – nakalnya anak itu, dia juga anak kita,” tegas Anthon, Jumat (12/8/2016) di Makassar.

Soal proses hukum yang kini dijalani Alif, Kapolda mengaku memperlakukan Alif secara khusus, sebab dia tergolong masih dibawah umur.

Pengamat Komunikasi

Soal penggeroyokan yang dilakukan Alif bersama ayahnya Adnan Achmad terhadap Dasrul guru SMK itu dinilai tidak adil oleh Pengamat Komunikasi asal UIN Alauddin, Muhammad Aswan.

Dia menilai justru yang menjadi korban, baik secara fisik maupun psikologi ialah Alif. Bagaimana tidak, anak yang berusia 15 tahun ini telah di hadapkan dengan perlakuan kasar dan cara-cara kekerasan.

Aswan mengurai, perlakuan kasar didapatkan Alif oleh guru yang menamparnya, yakni Dasrul. Setelah itu anak ini kembali dihadapkan dengan cara kekerasan, yakni menyaksikan dan turut serta dalam penggeroyokan yang dilakukan ayahnya terhadap Dasrul.

“Kan logikanya ini anak diajari cara menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, Guru mengajari dia menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, hanya karena nda membawa PR dia ditampar, sementara orang tuanya juga demikian,” katanya dikutip Inikata.com, Jumat (12/8/2016).

Olehnya kata Aswan, pendidikan buruk di luar dan di dalam lingkup sekolah, didapati oleh Alif, pembentukan karakter dia menjadi “Jahat” bukan atas dasar kehendak dia melainkan pengajaran guru dan orang tuanya,”

Jelas anak ini korban, yang ajari dia nakal siapa ? Apakah kenakalan merupakan bakat lahir dari manusia ? Kan nda kan, kenakalan dibentuk oleh kompleksitas persoalan, bisa jadi lingkungan, tontonan, guru dan orang tua, jelilah melihat, jangan korbankan anak-anak,” kata Aswan (*)

\


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya