HTTP Status[404] Errno [0]

Sedih ki Kodong Walikota Lihat Pak Guru Dasrul

15 August 2016 03:20
Sedih ki Kodong Walikota Lihat Pak Guru Dasrul
Danny Pomanto jenguk Dasrul di rumah sakit
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membesarkan hati Dasrul (53) guru SMKN 2 Makassar yang tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Minggu, (14/08/2016) pasca insiden pemukulan yang menimpanya.

Saat dibesuk, kondisi kesehatan Dasrul masih lemah. Ia masih dalam masa pemulihan usai menjalani operasi di bagian hidung kemarin malam, Sabtu, (13/08/2014).

“Semua ada hikmahnya, bapak yang sabar melewati ujian ini. Fokus dulu pada pengobatan biar kondisi kesehatannya cepat membaik,” hibur Danny.

Menurut Danny yang juga pernah mengajar di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, kejadian yang menimpa Dasrul menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan dan pemerintah kota.

Adanya pergeseran nilai di masyarakat membuat posisi guru ikut bergeser. Ia merasa prihatin dengan insiden yang melibatkan guru, murid, dan orang tua murid. “Terjadi reposisi fungsi guru di masyarakat. Dulu, tidak seorang pun berani mencederai guru karena memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap profesi guru,” ujar Danny.

Menurutnya, perlu dilakukan penguatan profesi guru dengan memperbaiki kualitas pendidikan, dan peran itu harus dijalankan oleh organisasi profesi guru dengan dukungan pemerintah.

Tindakan preventif yang ditempuh oleh pemerintah agar insiden ini tidak terulang kembali dengan menerbitkan Perwali (Peraturan wali kota) yang mengatur pengamanan di lingkungan sekolah selama jam belajar, “Pintu gerbang harus dikunci selama jam pelajaran dan dijaga oleh penjaga sekolah, guru harus menggeledah tas murid – muridnya sebelum memasuki halaman sekolah, dan tamu yang berkunjung ke sekolah saat jam pelajaran juga harus dikontrol, serta fungsi guru bimbingan konseling harus diperkuat,” terang Danny.

Ia melanjutkan, insiden yang melibatkan AS (15) murid SMKN 2 Makassar, harus disikapi dengan bijak. Bagaimanapun AS memiliki masa depan yang masih panjang, ia menganjurkan AS menjalani treatment khusus sebelum kembali bersekolah.

Psikolog dan BPPPA (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) juga akan dilibatkan untuk memberikan treatment bagi AS, “Justru anak seperti dialah yang harus kita didik dengan baik, kita beri perhatian lebih. Pendampingan psikolog diperlukan untuk mengurai kenapa sampai terbentuk karakter seperti itu pada anak didik kita,” papar Danny.

Sementara itu, menyoal proses hukum yang tengah berjalan, Danny menuturkan Pemerintah kota siap mendampingi guru Dasrul, jalan apapun yang dipilihnya. Pendampingan hukum akan diberikan jika guru Dasrul ingin melanjutkan proses hukum yang tengah berjalan, kalaupun ada keinginan berdamai, pemerintah kota tetap akan mendukungnya. rilis


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya