HTTP Status[404] Errno [0]

Arcandra Tahar, Menteri Tersingkat di Indonesia

16 August 2016 00:29
Arcandra Tahar, Menteri Tersingkat di Indonesia
Arcandra Tahar, Menteri Tersingkat di Indonesia
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Arcandra Tahar, Menteri Tersingkat di Indonesia

Arcandra Tahar, Menteri Tersingkat di Indonesia

BugisPos — Arcandra Tahar terbilang menteri yang menjabat tersingkat yang pernah ada di Indonesia, dan mungkin juga di dunia. Bayangkan saja, dia dilantik jadi Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi bersama menteri lainnya, pada Rabu 27/7/2016. Tapi kemudian belum genap sebulan dia pun dipengser pada 15/8/2016 lantaran dia memiliki kewarganegaraan ganda. Dia warga negara AS dan juga warga negara Indonesia.

DR.Archandra saat ini menjabat Presiden di Petroneering, Houston di Texas. Perusahaan ini bergerak di bidang energi dan minyak. Sebelumnya Archandra pernah menduduki jabatan Principal Horton Wison Deepwater Inc sejak Oktober 2009 hingga Oktober 2013.

Archandra menyelesaikan S1 di Teknik Mesin ITB (masuk tahun 1989) dan kemudian bekerja di Andersen Consulting demi memiliki usaha agar dapat melanjutkan kualiahnya ke jenjang S2 di Amerika. Kuliah S2 di Texas A&M University, Amerika diselesaikan dengan baik hingga kembali ke Indonesia dan berniat membenahi PT Timah. Namun, niatnya ditertawakan karena waktu itu kondisi PT Timah memang sudah sekarat.

Akhirnya Archandra malah melanjutkan S3 di Amerika. Sejak saat itulah dia melanglang buana di Negeri Paman Sam dan menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional. Meski tinggal di Amerika, kepeduliannya atas tanah kelahirannya sangat tinggi. Dia menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam forum-forum yang membutuhkan keberadaannya. Archandra juga merupakan sosok di balik negosiasi dan keberhasilan Presiden Joko Widodo menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan onshore bukan offshore.

Archandra yang dikaruniai dua anak ini adalah pemilik hak paten tentang desain offshore di Amerika. Setelah dilantik, Archandra akan kerja keras dan cepat melaksanakan keputusan Presiden tentang Blok Masela yang kabarnya sejak diputuskan onshore belum ada kemajuan. Dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan segera mengambil tindakan nyata. Archandra juga punya tugas berat merenegosiasi kontrak-kontrak kerja di bidang ESDM di masa lalu yang banyak merugikan bangsa Indonesia. Di samping itu, Menteri ESDM yang baru sudah semestinya menghapus peraturan-peraturan yang menghambat investasi di bidang energi, dan melakukan pemetaan potensi-potensi minyak dan gas di seluruh wilayah Tanah Air. Ini akan menjadi nilai plus bagi investor, karena paling tidak mereka akan punya initial information tentang potensi yang bisa digarap. Akhir kata, satu alumnusnya menjadi menteri, tentu menjadi kabar gembira buat keluarga besar kampus Ganesha. Selamat buat ITB!
Biodata Dr Archandra Tahar

Arcandra dikenal lama berkiprah di Amerika Serikat, sehingga membuat Jokowi memanggil Arcandra kembali berkiprah di dalam negeri. Tapi kemudian menjadi lain. Arcandra dilengser seketika.

Setelah lebih dari 20 tahun menetap di salah satu negara bagian paling ujung selatan Amerika Serikat, Texas, dia akhirnya memilih kembali ke tanah air untuk mengabdi. Tak main-main, yang memintanya kembali adalah orang nomor satu di negeri ini, Presiden Jokowi.

Tahu dirinya sangat dinanti untuk menyampaikan keputusan-keputusan sensitif di sektor energi, ia justru memilih menepi dari kejaran media. Padahal, banyak sekali pekerjaan rumah di bidang migas, mineral dan batu bara, ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan yang menunggu untuk ia rampungkan.

Namun akhirnya ia buka suara, ia mengaku mengerem untuk memberikan pernyataan justru karena posisinya sebagai menteri. Ia memilih diam lantaran ia sadar, apapun jawaban yang keluar dari mulutnya memiliki implikasi besar terhadap pasar.

Sosok menteri satu ini selain dikenal cerdas di bidang offshore engineering juga dikenal piawai dalam menjalankan bisnis. Candra sempat menjadi bos di sejumlah perusahaan migas yang berkedudukan di Houston, Texas, AS.

Pemikirannya soal pengembangan Blok Masela di Maluku sempat membuat Presiden Jokowi menariknya untuk kembali ke Indonesia. Namun siapa sangka, Candra yang bergelar doktor dari kampus ternama di AS sekaligus pimpinan sebuah perusahaan yang bergerak di dunia migas, memiliki pekerjaan sampingan yang ia lakoni sejak 2006 lalu.

Candra memilih ‘nyambi’ menjadi guru ngaji. Bukan di sekolah publik atau lembaga pendidikan, namun di sebuah mushola di lingkungan tempat tinggalnya. Profesi sebagai guru ngaji ia jalani hingga ia akhirnya dia kembali ke tanah air.

Ba’da sholat Maghrib akhir pekan ini di depan Masjid Kementerian ESDM, Candra meluangkan waktunya berbincang dengan Republika.co.id tentang pengalamannya selama menjadi guru ngaji di sebuah negeri di mana Islam adalah minoritas, Amerika Serikat.

Jejaknya menjadi guru ngaji di Islamic Family Academy di Texas, tak lepas dari pemikirannya sebagai seorang ayah. Candra sadar, tinggal di negeri orang adalah pilihannya yang ia ambil sendiri. Ia menceritakan kalau di AS, akses seorang anak terhadap pelajaran keagamaan sangat terbatas.

Di sekolah publik di sana, tidak dengan mudah seorang murid bisa belajar tentang keyakinanya kepada Tuhan, terlebih Muslim. Bukan masalah dibatasi, namun menurutnya, fasilitasnya yang memang terbatas.

Padahal, lanjutnya, pendidikan agama bagi seorang anak adalah tanggung jawab orang tuanya. Di negeri seberang sekalipun. Bermula dari kondisi ini lah beberapa kawan dekatnya mulai mendesaknya untuk mau menjadi guru ngaji untuk anak-anak tetangganya.

Paksaan tersebut tampaknya tak bisa berjalan mulus. Ia awalnya menolak, lantaran ia khawatir pelajaran mengaji yang akan ia berikan sekadar jadi ajang bagi para orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka. Desakan semakin berdatangan.

Akhirnya Candra mengajukan beberapa syarat kepada para orang tua yang menginginkannya menjadi guru ngaji. Syarat pertama, ungkap Candra, adalah ia meminta waktu ‘terbaik’ untuk mengajar ngaji. Tak tanggung-tanggung, ia meminta slot waktu hari Sabtu pukul 10.00 hingga 13.00 siang.

Rentang waktu ini awalnya pun menuai banyak penolakan lantaran para orang tua di Houston ia akui banyak menghabiskan akhir pekan untuk berolahraga golf, tennis, bersepeda, jogging, atau berbelanja bagi kaum hawa. Namun karena ia tetap kekeuh meminta rentang waktu tersebut, akhirnya disepakati. Sabtu siang adalah waktu untuk belajar mengaji.

Syarat kedua yang ia ajukan, setiap orang tua murid harus duduk di belakang anak mereka dan ikut menyimak pelajaran mengaji. Gagasannya ini muncul karena ia meyakini bahwa memberikan pelajaran agama adalah tanggung jawab penuh bagi orang tua, bukan sepenuhnya milik guru.

Ia meminta baik ayah atau ibu setiap murid yang ia ajar ikut duduk menyimak pelajaran. Tujuannya sederhana, agar pada hari kerja, setiap anak bisa melanjutkan pelajaran mengaji bersama orang tua masing-masing. Tak hanya itu, ia ingin agar orang tua juga menyempurnakan bacaan Alqurannya.

“Karena ketika seorang anak tahu kalau bapak ibunya tak bisa membaca Al-Quran, maka runtuh lah kewibawaan orang tua,” ujar Candra.

Dua syarat ini akhirnya membuatnya resmi menjadi guru ngaji. Namun ketegasannya sejak awal soal dua syarat di atas, ternyata membuat ajakannya untuk mengaji belum populer. Tak banyak, hanya tiga keluarga yang mengirim anaknya mengaji dengan Candra.

Namun, karena acara mengaji setiap Sabtu siang rutin ia lakukan, pelan-pelan makin banyak orang tua yang tertarik untuk ikut mengaji bersama anaknya. Selang delapan bulan, ketika sejumlah murid sudah mulai masuk ke tahap membaca Al-Quran, jumlah muridnya melonjak sampai 50 anak.

Kegiatan mengaji pun menjadi populer di kalangan keluarga Muslim di Houston. Tak sedikit pula keluarga dari Malaysia dan Singapura yang menetap di Houston ikut bergabung. Jumlah guru pun bertambah.

Yang menarik adalah guru-guru mengaji di mushola tersebut adalah kawan-kawan Candra yang juga bergelar doktor. Padahal, mereka sama sekali tidak dibayar untuk menjadi guru ngaji. Semua atas dasar suka rela.

Candra mengaku, menjadi guru ngaji ternyata banyak tantangannya, ada saja orang tua murid yang mencoba menitipkan anak mereka tanpa didampingi saat mengaji. Menghadapi kasus semacam ini, Candra lantas menawari orang tua tersebut solusi yang menurutnya tepat.

“Ada yang bilang, Pak Saya tidak bisa, saya harus drop anak saya. Saya bilang, ya sudah Bu, boleh tapi ibu bayar rate doktor. Perjamnya berapa? Ada yang 300-400 dolar AS per jam. Dua jam jadi 800 dolar AS, silakan di drop anaknya habis itu kasih cek, 800 dolar AS,” kata Candra sambil tertawa mengenang hal itu.

Jurusnya memang ampuh. Setelah itu, para orang tua secara sadar ikut menemani anak-anak mereka belajar mengaji dan belajar agama. Rasa kekeluargaan yang terjalin di antara para keluarga akhirnya membuat jam pelajaran ditambah.

Kalau sebelumnya hanya sampai pukul 13.00 siang, kini pelajaran ditambah satu jam untuk mata pelajaran fiqih. Pengalamannya menjadi guru ngaji diakui Candra memberikan banyak pelajaran. Salah satu yang terpenting, menurutnya, adalah nilai-nilai moral guru ngaji untuk bisa menjadi panutan yang baik.

Hal tersebut ia akui masih dibawa hingga kini, saat posisinya sudah menjadi seorang menteri. Ia berjanji, menteri tak ubahnya dari seorang guru ngaji. Nilai-nilai kebaikan juga tetap ia tanamkan ketika berperan sebagai seorang pemimpin terlebih skalanya lebih luas, yakni bangsa Indonesia.

“Saya dulu guru ngaji. Terus sekarang menteri. Tidak lantas sekarang saya lebih jelek. Nilai-nilai moral sebagai guru ngaji tetap saya pegang sekarang,” ujar dia.

Namun kini, Arcandra harus menerima nasib pemberhentiannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dalam jumpa pers, Senin (15/8).

Itulah Arcandra, dia tentu akan kembali ke AS meneruskan bisnisnya, setelah hampir sebulan jadi Menteri ESDM. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya