HTTP Status[404] Errno [0]

Yugo Dampingi Polisi Penyerang Balaikota

31 August 2016 00:45
Yugo Dampingi Polisi Penyerang Balaikota
Yusuf Gunco
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Tujuh pengacara akan mendampingi empat orang tersangka penyerangan kantor Balaikota Makassar yang tidak lain adalah anggota Sabhara Polda Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
“Kami sudah diminta untuk menjadi tim pembela para tersangka dan ini juga baru mau menandatangani surat kuasanya,” ujar Yusuf Gunco (Yugo) bersama enam orang pengacara lainnya di Makassar, Minggu 28/8/16

Selain Yusuf Gunco, enam pengacara lainnya yang akan mendampingi para penyerang kantor balai kota itu antara lain, Irwan Malakampali, Muchtar Juma, Helmi Erwin, Askurniadi dan Zulkifli.

Yusuf Gunco selaku ketua tim kuasa hukum tersangka mengatakan, dirinya bersama enam orang pengacara lainnya siap mendampingi empat tersangka yang menjadi kliennya untuk dibela pada persidangan.

“Negara ini adalah negara hukum yang jika belum ada putusan mengikat dari majelis hakim berarti semua hak-hak warga negara itu sama termasuk para tersangka. Tersangka juga berhak mendapatkan bantuan hukum,” katanya dikutip antara.

Mantan Legislator DPRD Makassar selama dua periode itu berjanji jika setelah menandatangani surat kuasa tersebut, pihaknya akan mengajukan pengalihan penahanan terhadap empat kliennya tersebut.

“Langkah pertama yang akan kami tempuh akan mengajukan pengalihan penahanan karena saat ini keempat klien kami sedang menjalani penahanan,” sebutnya.

Menurut dia, pengalihan penahanan tersebut adalah hak bagi seorang tersangka, namun tetap saja keputusan untuk menerima dan mengabulkan permohonan pengalihan penahanan ada pada pimpinan tertinggi yakni Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan.

“Kita tetap akan mengajukannya, tetapi semua tergantung dari Pak Kapolda, apakah akan menyetujui permintaan pengalihan itu atau tidak,” jelasnya.

Adapun keempat anggota Sabhara Polda Sulsel yang menjadi tersangka semuanya berpangkat Brigadir Dua (Bripda) yakni EJR, NF, ABI dan R.

Sebelumnya, bentrokan yang terjadi pada dini hari ini merupakan imbas yang terjadi dari insiden di anjungan Pantai Losari Makassar pada pukul 19.40 WITA, di mana pada waktu itu terjadi adu mulut dan perkelahian antara dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan anggota Satpol PP Makassar.

Usai pertikaian itu, kedua polisi Bripda Hendrik dan Bripda Asmat melaporkan tindakan penganiayaan yang didapatkannya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polrestabes Makassar dengan disertai visum dari dokter rumah sakit.

Kedua polisi itu melaporkan anggota Satpol PP Makassar Hendryatno ke SPKT dengan tuduhan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan.

Namun beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 00.10 Wita, puluhan polisi melakukan penyerangan ke kantor Balaikota yang memang hanya berhadapan kantor dengan Mapolrestabes Makassar.

Anggota Satpol PP yang memang sedang jaga kantor itu kaget dan melakukan perlawanan hingga akhirnya belasan anggota Satpol luka-luka serta seorang anggota Sabhara Polda Sulsel Bripda Michael Abraham tewas dengan dua tusukan sangkur di pinggang kiri belakang serta punggungnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya