HTTP Status[404] Errno [0]

Jago na, Transaksi di F8 Tembus ki Rp 5 Milyar

14 September 2016 01:58
Jago na, Transaksi di F8 Tembus ki Rp 5 Milyar
Anggota delegasi Australia bakar sate
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Makassar International Eight Festival and Forum telah berlalu. Meski telah ditutup secara resmi pada Sabtu, 10 September 2016 lalu oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto namun event yang juga populer dengan Makassar F8 (Food, Fashion, Film, Folk, Flower, Fussion Jazz, Fine Art, and Fiction Writer) masih menyisakan kejutan.

Setelah sukses menggaet pengunjung hingga 290.574 orang, nyaris lima kali lipat dari target yang dipatok penyelenggara, kejutan lainnya muncul dari jumlah transaksi yang berhasil dibukukan, mampu menembus nominal hingga Rp 5.044.735.000 selama tiga hari, 8 hingga 10 September 2016.

Transaksi terbesar tercatat pada hari ketiga (10/09/2016) sebanyak Rp 2.197.876.000 disusul pada hari kedua (9/09/2016) sebesar Rp 1.567.872.000 dan transaksi terkecil tercatat di hari pertama sejumlah Rp 1.278.987.000. Deretan angka itu berasal dari transaksi kuliner dan pameran di 154 booth milik PHRI, usaha kuliner, merchandise, art, supporting dan sponsorship sepanjang 1,3 km mulai dari Anjungan Metro sampai Toraja – Mandar.

Ketua Panitia Makassar F8 yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar, Rusmayani Madjid menuturkan Makassar F8 sebagai event tourism berskala internasional berhasil memunculkan multiple effect, “Makassar menjadi salah satu referensi destinasi wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara dengan adanya event tourism ini,” sebut Rusmayani Madjid, Selasa, (13/09/2016).

Salah satu dampak positif yang dimaksud adalah terbangunnya kerja sama antara Pemerintah kota (Pemkot) Makassar bersama 10 kabupaten dan kota di Indonesia lewat penandatanganan MoU Jaringan Lintas Perkotaan (JLP) di Makassar F8 yang diyakini mampu membawa dampak peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat kabupaten dan kota yang tergabung didalamnya.

“Pemerintah bisa saling bertukar ide dan gagasan termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia dan program yang telah berjalan, seluruhnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Asisten II Pemerintah kota Palu, Ansyar Sutiadi, Jumat, (9/09/2016).

Kekayaan kuliner Makassar juga kian mendunia dengan diluncurkannya 10 icon kuliner Makassar di event ini. Bahkan motif lontarak yang identik dengan Makassar juga mendapatkan panggung lewat pagelaran fashion show 10 rancangan karya desainer Ivan Gunawan, dan desainer APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) Sulawesi Selatan.

Besarnya jumlah transaksi yang tercatat selama tiga hari penyelenggaraan Makassar F8 menurut Wali Kota Danny Pomanto menunjukkan apresiasi masyarakat Makassar bahkan dunia terhadap event ini sangat luar biasa, “Target terbesar kita tak sebatas pada capaian transaksi melainkan membangun kepercayaan diri dan membuka mata dunia bahwa ada Makassar di Indonesia yang mampu menyelenggarakan event tourism berskala global yang mempertemukan perupa, chef, desainer, penulis, sineas, musisi, dan seniman lokal, nasional, bahkan internasional dalam satu panggung,” ungkap Danny.

Respon positif dari masyarakat yang terukur dari jumlah peserta, undangan, pengunjung, dan nominal transaksi lanjutnya menambah semangat dan keyakinan diri pemerintah kota menjadikan Makassar F8 sebagai agenda tahunan.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja cerdas dan dukungan seluruh pihak hingga event ini dapat berlangsung sukses termasuk dukungan dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, TNI dan Polri serta masyarakat media melalui pemberitaan di berbagai media lokal, nasional, bahkan internasional. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya