HTTP Status[404] Errno [0]

Mappakasiri’, Ketua DPD-RI Ditangkap KPK

17 September 2016 23:18
Mappakasiri’, Ketua DPD-RI Ditangkap KPK
Irman Gusman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap kuota impor gula. Dia terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK saat sedang menerima segeplok uang suap di rumah dinasnya, Jakarta. Orang Bugis Makassar bilang : Mappakasiri’ (memalukan) bangsa dan negara.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengatakan, Irman Gusman ditangkap dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) tadi malam.

Tertangkapnya Irman Gusman, adalah hasil informasi dari kasus yang sama yang tengah bergulir di pengadilan.

“Tanggal 16 September 2016, sekitar pukul 22.15 WIB, ada tiga orang yang mendatangi rumah IG di Jakarta. Mereka adalah XXS, MMI dan JS. Sekitar pukul 00.20 WIB, ketiganya keluar dari rumah IG,” terang Agus Rahardjo, dalam sesi press konferens di Gedung KPK, Sabtu (17/9/2016) sore.

Menurut Agus Raharjdo, XXS adalah pimpinan dari CV SB dan MMI adalah istrinya. Setelah meninggalkan rumah IG, lanjut Agus Rahardjo, tim KPK kemudian mendatangi ketiganya.

“Ketiganya masih di halaman rumah IG. Tim KPK kemudian meminta ketiganya kembali ke rumah IG. Lalu, tim KPK meminta Bapak IG untuk menyerahkan bungkusan yang diberikan oleh ketiganya,” lanjut Agus Rahardjo.

Pukul 1 malam, keempatnya pun dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan. “Dan setelah pemeriksaan 1 kali 24 jam, KPK menaikkan kasus ini menjadi penyidikan,” tandas Agus.

Terkait kasus yang menjerat Irman Gusman, Agus Rahardji menjelaskan, Ketua DPD RI itu menerima suap dalam rangka memuluskan permintaan kuota impor gula yang bersangkutan dengan Bulog di Sumatera Barat.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, La Ode M Syarif, pun memastikan bahwa Irman Gusman sudah menerima bungkusan yang berisi uang Rp100 juta tersebut.

“Uang itu diambil dari dalam kamar tidur yang bersangkutan. Ini untuk menampik kabar bahwa IG tidak menerimanya,” tegas La Ode.

Mulanya, KPK mengusut dugaan suap kepada jaksa Farizal oleh Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto.

“Ternyata dalam penyelidikan ada informasi baru yang didapatkan KPK sehingga mengantarkan pada OTT pagi tadi,” ujar Syarif di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Kasus yang ditangani oleh Farizal berkaitan dengan distribusi gula yang diimpor tanpa Standar Nasional Indonesia. Dalam kasus ini, Sutanto merupakan terpidana yang tengah menjalani sidang.

“Pengembangan kasus berhubungan dengan IG. Maka penetapan tersangkanya dipisah, satu OTT, satunya lagi berhubungan dengan aparat hukum,” kata Syarif.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, dalam kasus suap jaksa, Sutanto menyerahkan uang sebesar Rp 365 juta.

Tujuannya, agar membantu perkara pidana yang disidangkan di Pengadilan Negeri di Padang. Farizal tak hanya berperan sebagai jaksa.

“FZL bertindak seolah penasihat hukum XSS, membuat eksepsi, dan membawa saksi yang menguntungkan,” kata Alexander.

Kemudian, Sutanto pun menyuap Irman agar dia memberi rekomendasi kepada Bulog untuk memberikan jatah impor gula kepada perusahaannya di Sumatera Barat.

Pada malam penangkapan, Sutanto menyerahkan Rp 100 juta kepada Irman di rumah dinasnya.

Sutanto merencanakan penyuapan kepada Irman bersama istrinya, Memi. Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan Irman, Sutanto, Memi, dan jaksa Farizal sebagai tersangka.

Sutanto dan Memi sebagai pemberi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Irman dan Farizal sebagai penerima disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya