HTTP Status[404] Errno [0]

Soal Kemanusiaan Tenriadjeng Minta Grasi ke Presiden

19 September 2016 04:58
Soal Kemanusiaan Tenriadjeng Minta Grasi ke Presiden
HPA Tenriadjeng
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Terpidana mantan Walikota Palopo dua priode, HPA Tenriadjeng akan mengajukan upaya permohonan grasi (pengampunan hukuman) kepada Presiden RI Joko Widodo atas hukuman yang dijatuhkan hakim selama 16,5 tahun penjara.
“Ini sangat berat bagi Pak Tenriadjeng, usianya sudah di atas 70 tahun dan dihukum 16,5 tahun penjara itu sangat berat,” ujar pengacara terdakwa, Yusuf Gunco di Makassar, Sabtu 17/9/16

Dia mengatakan, hukuman 16,5 tahun penjara yang didapatkannya itu adalah akumulas dari tiga kasus berbeda di mana antara satu kasus dengan lainnya saling berkaitan dan diputuskan secara terpisah.

Dalam kasus pertama Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman terhadap mantan Wali Kota Palopo Andi Tenriadjeng selama 10 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsider enam bulan kurungan dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Untuk kasus keduanya, Tenriadjeng kembali dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana kredit fiktif di Bank Sulselbar Cabang Palopo.

Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana tiga tahun denda Rp50 juta, subsidaer satu bulan kurungan. Selain itu terdakwa diwajibkan mengembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp4,21 miliar. Kini kasus tersebut masih sementara masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Makassar.

Dan kasus yang baru-baru saja divonis, yaitu kasus dugaan korupsi dana kas pengelolaan aset daerah Kota Palopo di mana majelis hakim kembali menjatuhkan vonis selama 3,5 tahun penjara.

Selain dijatuhi hukuman pidana penjara selam 3,5 tahun, Tenriadjeng juga dibebankan untuk membayar denda Rp50 juta, subsidaer satu bulan kurungan.

Kemudian terpidana diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp8,4 miliar. Dengan waktu pengembalian selama ssatu bulan terhitung sejak pembacaan vonis.

Yusuf Gunco berencana dalam waktu dekat ini, akan mengajukan surat permohonan grasi kepada Presiden RI. Agar kliennya tersebut bisa mendapatkan pengampunan hukuman.

“Kita baru mau mengajukan grasi ke Presiden sehubungan dengan vonis Pak Tendriajeng tersebut,” jelasnya.

Grasi yang akan diminta ke Presiden RI, kata Yugo adalah untuk tiga perkara yang telah divoniskan kepada kliennya tersebut. Dengan dalih bahwa Tenriadjeng, sudah berbuat banyak terhadap kota Palopo selama dua periode.

Sehingga menurut dia sangatlah wajar bila Presiden bisa mempertimbangkan hal ini, dengan cara memberikan pengampunan atas perbuatan hukum yang telah dilakukan kliennya tersebut.

“Masa Presiden bisa memberikan grasi untuk warga negara asing, sedangkan untuk warga negaranya yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara tidak diberikan grasi. Makanya kita baru mau meminta kepada bapak Presiden RI agar bisa diberikan grasi terhadap Tenriadjeng,” kilahnya.

Sedangkan pertimbangan kedua kata Yugo, permintaan grasi itu karena hukuman yang akan dijalani Tenriadjeng selama 16,5 tahun dengan tiga perkara.

Tentulah sangat mengharukan sekali, apalagi mengingat usia beliau sudah menginjak 72 tahun, sementara hukuman yang harus dia jalankan selama 16,5 tahun.

“Ini masalah kemanusian dan pengabadian beliau kepada negara. Sehingga sangatlah wajar bila kepala, negara wajib mempertimbangkan proses hukum tersebut,” tandasnya. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya