HTTP Status[404] Errno [0]

Kapolri Kasi Jempol, Direktur Narkoba Polda Bali Ditangkap

20 September 2016 23:42
Kapolri Kasi Jempol, Direktur Narkoba Polda Bali Ditangkap
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

2BugisPos — Â Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengacungkan jempol pada Pengamanan Internal Polri (Paminal) Mabes Polri yang tanpa pandang bulu memeriksa Direktur Narkoba Polda Bali Kombes F yang diduga “main” kasus narkoba.
“Saya belum tahu detilnya. Kalau memang benar, ini saya apresiasi kepada Paminal dan Propam karena mereka berarti sudah menjalankan perintah saya. Perintah saya dalam beberapa rapat terakhir, lebih kurang minggu lalu, pada saat gelar operasional, kebijakan saya adalah perang terhadap narkoba,” kata Tito di RS Polri Kramat Jati Selasa (20/9) dikutip Suara Nasional Pos

Caranya, Tito melanjutkan, adalah semua Direktur Narkoba dan Mabes Polri harus menunjukkan hasil mengungkap kasus narkoba. Kalau tidak berhasil, tidak ada prestasi dalam waktu sebulan, seratus hari masa jabatan dirinya sebagai Kapolri, maka Direktur Narkoba itu akan dievaluasi.

“Kasarnya diganti. Sebaliknya, yang berprestasi, kita akan berikan reward, entah dalam bentuk promosi atau apa pun juga. Nah setelah itu kita minta dari Paminal, Propam melakukan back-up. Back-up melakukan operasi tertutup,” lanjut Tito.

Maka kalau ada pejabat atau anggota yang tidak memenuhi perintah Tito tadi untuk melakukan perang terhadap narkoba, maka lakukan operasi terhadap mereka. Jadi Tito berpikir kalau memang ada penangkapan itu maka Paminal sudah menjalankan perintahnya.

Kasus Apa ?

Sesuai dengan komitmen Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam melakukan perang terhadap narkoba, Pengamanan Internal Polri (Paminal) Mabes Polri tanpa pandang bulu menangkap dan memeriksa Direktur Narkoba Polda Bali Kombes F yang diduga “main” kasus narkoba.

Menurut Kadiv Humas Pori Irjen Boy Rafli Amar kasus yang menjerat perwira menengah Polri itu masih diselidiki oleh Propam. Kalau ada indikasi pidana pasti akan dilakukan penindakan.

Tapi apa kasusnya?

“Sedang diselidiki oleh propam kalau memang ada indikasi perbuatan pelanggaran hukum pasti akan dilakukan penindakan kepada dia. Ini merupakan ranah kewenangan kapolda,” jawab Boy, dikutif Berita Satu.

Informasinya, dosa Kombes F lumayan berat. Pertama kasus pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp 50 juta di brankas bendahara satuan lalu pemerasan tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram yang rata-rata pelakunya diminta Rp 100 juta.

Juga saat dia meminta tersangka WNA Belanda sebuah mobil Fortuner. Lalu juga diamankan rekaman arahan pimpinan apel oleh pelaku pada 17 Agustus 2016 kepada anggota yang isinya memerintahkan anggota untuk “86” alias damai pada kasus narkoba yang barang buktinya di bawah 1 gram (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya