HTTP Status[404] Errno [0]

Peredaran Obat “Daftar G” Tidak Dilarang

21 September 2016 22:22
Peredaran Obat “Daftar G” Tidak Dilarang
Naisyah Tun Azikin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Dinas Kesehatan Kota Makassar meminta kepada semua masyarakat agar ikut terlibat aktif dalam memantau peredaran obat daftar “G” maupun yang sudah habis masa berlakunya dan segera melaporkannya.
“Obat daftar G atau obat keras itu tidak dilarang, yang dilarang kalau tidak sesuai dengan peruntukannya dan dikeluarkan tidak dengan resep dokter,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Selasa 20/9/16

Dia menjelaskan, obat keras atau umum diistilahkan sebagai daftar “G” itu hanya digunakan untuk pengobatan sakit jantung, obat penenang maupun diabetes.

Obat-obatan yang masuk dalam golongan ini adalah antibiotik seperti tetrasiklin, penisilin dan amoksisilin. Obat daftar G ini mengandung hormon penenang yang ketika digunakan secara sembarangan bisa membahayakan atau meracuni tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Ini menjadi fenomena baru beberapa tahun terakhir karena ternyata beberapa anak-anak remaja banyak mengonsumsi ini dengan tidak disertai anjuran dokter sehingga sangat berbahaya,” katanya.

Naisyah juga mengaku jika hingga saat ini, pihaknya telah menindak 40 Apotek di Kota Makassar yang teridentifikasi sebagai apotek nakal karena telah menjual obat-obat keras ini tidak dengan resep dokter.

“Kuncinya memang ada di masyarakat, pada saat dia membeli dan dia lihat kadaluarsa, tolong jangan dikembalikan (obatnya), berikan kepada kami. Tanpa bukti kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau ada bukti bisa kami sanksi apotek tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, tim terpadu terdiri dari tim Dinkes, Satuan Polisi Pamong Praja, Puskesmas dan Kepolisian tergabung dalam Tim Penegak Hukum Perda (TPHP) melakukan razia ke sejumlah apotek di sepanjang Jalan Malengkeri, Kecamatan Rappocini.

Dari razia tersebut ditemukan lima apotek yang menjual bebas sejumlah obat daftar G seperti Somadril atau nama generiknya Carisoprodol dan Trihexyphenidyl atau THD merupakan golongan obat antiparkinsonian untuk mengobati gejala penyakit parkinson atau penyakit kegelisahan.

Sejumlah obat tersebut dibawa ke kantor untuk disita. Selanjutnya pemilik apotek diwajiban menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual obat tersebut.

Berdasarkan sejumlah fakta dan temuan di lapangan penggunaan obat daftar G itu telah marak disalahgunakan oleh kalangan remaja, pekerja seks komersial dan waria di Kota Makassar. Tim terpadu mengangap pengedar obat ini perlu pembinaan.

Kepala Seksi Farmasi Alat Kesehatan Pengawasan Makanan dan Minuman Dinkes Kota Makassar Irwan Aminullah yang memimpin razia apotek di sepanjang jalan di terminal penumpang Mallengkeri hingga jalan Daeng Tata heran apotek berani menjual obat tersebut.

“Obat daftar G ini hanya direkomendasikan bagi pasien khusus dan penggunaan jangka panjang, kenapa apotek di sini berani menjual tanpa izin. Mungkin karena permintaan banyak sehingga apotek ini menyalagunakan izinnya,” ujarnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya