HTTP Status[404] Errno [0]

Yang Memfitnah Kadispenda Makassar Terancam 6 Tahun Penjara

27 September 2016 22:00
Yang Memfitnah Kadispenda Makassar Terancam 6 Tahun Penjara
Irwan Adnan melakukan pertemuan dengan ketua INI dan ketua IPAT di RM Cobe-cobe Jl.Sawerigading Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Irwan Adnan melakukan pertemuan dengan ketua INI dan ketua IPAT di RM Cobe-cobe Jl.Sawerigading Makassar

Irwan Adnan melakukan pertemuan dengan ketua INI dan ketua IPAT di RM Cobe-cobe Jl.Sawerigading Makassar

BugisPos – Sebuah akun palsu yang oleh pemiliknya diberi nama ‘Lembaga Pemantau Pejabat Pemerintah’ dapat dipastikan telah memfitnah Irwan Adnan Kadispenda Makassar. Oleh akun facebook yang belakangan sudah dihapus pemiliknya tersebut, menuding Irwan memeras seorang notaris sebesar Rp100 juta dan ditayangkan berkali-kali ke medsos.

Menanggapi tudingan dari akun palsu ini, Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Makassar, Mustahar, SH, M.Kn, menegaskan bahwa tudingan pemerasan yang disebutkan itu adalah fitnah.

“Itu fitnah yang luar biasa ke pak Kadis (Kadispenda). Apa yang difitnahkan itu sungguh tidak benar! Tidak jelas dari mana asalnya itu informasi dan siapa yang menyebarkan fitnah tersebut” tegas Mustahar di rumah makan Cobe-Cobe jalan Sawerigading No.10, Selasa (27/09/2016).

Hal senada juga dituturkan oleh Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kota Makassar (IPAT), A. S. Paulah, SH., M.Kn., bahwa informasi tentang pemerasan itu tidak ada khususnya di kalangan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“Itu tidak pernah ada (pemerasan) seperti itu. Tidak ada dalam lingkup PPAT,” ungkap Paulah.

Sementara Kadispenda Kota Makassar, Irwan Adnan yang menjadi objek isu miring itu membuka dirinya kepada seluruh pihak untuk berdiskusi jika ada sesuatu yang belum jelas terkait dengan tugas dan tanggung jawab di instansinya.

“Saya membuka diri dan mengajak kepada seluruh pihak untuk berdiskusi jika ada sesuatu yang belum jelas,” tegasnya.

Ihwal siapa pemilik akun palsu tersebut, Irwan Adnan telah melaporkan ke Polrestabes Makassar sebagai kasus Hate Speech yang bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik. Irwan kepada BugisPos menyatakan dia memandang perlu melaporkan hal ini ke polisi, karena Irwan dan keluarga merasa terganggu atas ulah oknum yang belum diketahui identitasnya ini.

Irwan Adnan berharap pihak Polrestabes secepatnya dapat menemukan indentitas oknum tersebut, agar segera dapat dipengadilankan. Sumber BugisPos di kepolisian mengatakan, akun palsu seperti ini tidak terlalu sulit ditemukan pemiliknya meskipun sudah dihapus dari medsos. Peralatan kepolisian sudah cukup canggih untuk menemukan siapa pemilik akun ini. Dan bila didapat maka ancaman hukumannya 6 tahun penjara berdasarkan UU IT. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya