HTTP Status[404] Errno [0]

Meneropong Masa Depan Bumi di Unhas

30 September 2016 00:32
Meneropong Masa Depan Bumi di Unhas
ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Beberapa waktu yang lalu, Mapala Anoa Kedokteran Hewan Unhas menghelat kegiatan Seminar Nasional bertajuk “Meneropong Masa Depan Bumi”. Refleksi peran strategis satwa serta habitatnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Sebagaiorganisasi yang bergerakdibidangkepencinta-alamandanobservasisatwaini, mendistribusikanwacanaterkaitpermasalahanlingkungandansatwamenjadihalpentinguntukdilakukan.

Semakinbanyaknyapermasalahanlingkungan, dalamhalinihutan, tentunyaakanberdampakjugapadasatwa yang adadidalamnya.Kegiatanyangberlangsungdi Auditorium Prof. Amiruddin FK UnhasinidibukalangsungolehketuaumumMapalaAnoaKedokteranHewanUnhas, NurfajrinSyamsir.

Sebagaisaranadalammendistribusikanwacanapermasalahanhutandansatwa, seminar inimenghadirkantiganarasumber yang kompetendibidangnyamasing-masing.

Guru BesarFakultasKehutananUnhasbidangEkologidanKonservasi, Prof. Dr. IrAmranAchmad M.Sc.Dengangayasantaitapitetapberbobot, Prof Amranmengemukakanbagaimanahutanmemilikiperansebagaipenyanggasistemkehidupan.

Keseluruhan komponen yang ada dalam hutan dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia dan jugasatwa, dan karena itu, menghilangkan satu jenis pohon sama halnya menghilangkan berbagai macam satwa yang bergantung pada pohon tersebut.

Sebagai habitat satwa, peranhutan bagi kehidupan satwa liar mencakup tempat mencari makan dan minum, tempat ber kembangbiak, tempat bermain, dan tempat berlindung,selain peran hutan bagi kehidupan, Prof Amran juga memaparkan bagaimana kegiatan yang tidak bertanggungjawab sepertipenebangan liar, pembakaranhutan, pengalihfungsian lahan untuk keperluan kelapa sawit akan mengganggufungsi hutan. Salah satucontoh,Pengusahaan Hutan (HPH), akan mengakibatkan kerusakan hutansebesar 54 %.

Dilihat dari sudut pandang satwa sendiri, materi disampaikan oleh narasumber kedua yaitu dokter hewan Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu, drh.Erni Suyanti Musabine.

Dokterhewan yang akrabd isapad rh.Yantiini membahas mengenai peran strategis satwa terhadap keseimbangan ekosistem. Drh. Yanti menyebutkan bahwahal yang paling berkontribusi mendukung kepunahan satwa selainpenyakit, adalah permasalahan tempattinggal dan perburuan liar yang menduduki angka yang cukup tinggiyakni 20%. Menyusutnya hutan sebagai habitat alami satwa, akan menyebabkan konflik ruang/lahan antara manusia dan satwa.

Narasumberterakhirmembahastentangperanlembagakonservasiterhadappermasalahanhutandansatwa.DedyAsriadidariBalaiKonservasiSumberDayaAlamProvinsi Sulawesi Selatan,mengilustrasikanpermasalahanhutandansatwadiruanglingkup Sulawesi Selatan sendiri.

Bahwadaribeberapa data kasusyang marakterjadiadalahperdagangansatwa.Hal initerjadi karenapulau Sulawesi Selatan merupakan jalur transportasi perdagangan satwa strategis dan merupakan tempat persinggahan transportasi jalur laut dari berbagai Negara seperti Vietnam, Thailand, dan Negara lainnya.

Selainmenjadiajangsilahturahmiantar-Mapalaserta KPA, Seminar NasionalMapalaAnoa yang berlangsungdaripukul 08.00 sampai 13.00 WITAinidihadirioleh317 peserta terdiri darikalanganakademisi-akademisi yangdalam seminar kemarinaktifmengemukakanpandapatnyadalamsesitanya-jawab.

Hal inimembuktikanbahwaisuhutandansatwamerupakansuatupembahasanmenarikdanfreshdikarenakankurangterdistribusinyawacanaterkaithubungandialektishutandansatwa.

Kegiatan seminar inikemudiandiakhiridenganclosing statementolehketuaumumMapalaAnoaberupapernyataansikapdansebagaitindaklanjutdariMapalaAnoadarihasilkegitan seminar ini. Ali.


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya