HTTP Status[404] Errno [0]

Oknum TNI Alasan Mengetes Perawan Kedua Putrinya

30 September 2016 00:33
Oknum TNI Alasan Mengetes Perawan Kedua Putrinya
Serda Victor Carlos Soares
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Mengenakan seragam militer lengkap dengan langkah tegap, terdakwa Sersan Dua (serda) Victor Carlos Soares dikawal Polisi Militer (PM) masuk ke ruang pengadilan militer III – 14 Denpasar, Kamis (29/9/2016).

Terdakwa yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 1610/Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menjalani sidang vonis dari majelis hakim Pengadilan Militer karena didakwa melakukan tindak persebutuhan terhadap dua anak kandungnya inisial AO (16) dan MC (20) hingga hamil dan digugurkan.

Dalam persidangan terkuak, terdakwa Victor melakukan perbuatan bejat persetubuhan terhadap saksi korban AO yang adalah anak kandungnya di sebuah penginapan di Gianyar.

Aksi bejat itu dilakukan secara berturut dari Januari 2015 sampai dengan Januari 2016 sebanyak 30 kali. Akibat perbuatan ayah lima anak ini, AO hamil 4 bulan dan akhirnya digugurkan di sebuah klinik di Jakarta dibantu kerabat terdakwa.

Saat di Jakarta, saksi korban dan terdakwa ditanya perihal kehamilannya oleh adik terdakwa yang juga paman saksi korban. Ketika ditanya, terdakwa mengatakan saksi korban hamil karena perbuatan sang pacar. Namun saksi korban menyatakan ke pamannya yang menghamili adalah terdakwa sendiri.

“Saksi korban sempat stres dan browsing di internet mencari cara untuk menggugurkan kandungan. Selanjutnya saksi korban menemui adik terdakwa di Jakarta. Dari teman adik terdakwa mengajak ke klinik kemudian diberikan kapsul dan dimasukan ke kemaluan,” papar majelis hakim dikutip tribun-bali.com

Akhirnya terdakwa ditangkap usai melakukan ibadah dan sesuai dengan hasil visum et repertum saksi korban mengalami luka robek pada selaput dara akibat benda tumpul.

Sementara dalam sidang kedua dengan saksi korban bernisial MC, majelis hakim membeberkan perbuatan tergolong keji yang dilakukan terdakwa kepada anak kandungnya berinisial MC dilakukan kisaran tahun 2015, ketika itu saksi korban pulang dari Surabaya.

Akibatnya perbuatan terdakwa, saksi korban pun hamil. Mengetahui hamil, terdakwa mengajak saksi korban mengecek kehamilan, dan dinyatakan positif hamil.

Selanjutnya saksi korban diajak ke rumah sakit oleh terdakwa untuk menggugurkan kandungan dan beralasan dihamili pacarnya. Saksi korban pun diberikan pil untuk mengugurkan kandungannya.

Pun dalam berbuat keji, terdakwa mengancam kedua saksi korban hingga mau melayani nafsu bejat sang ayah yang seharusnya melindungi anak-anaknya. Terdakwa beralasan, persetubuhan itu dilakukan karena tergiur dengan wanita berparas cantik.

Namun dikarenakan tidak memiliki uang dan takut terkena penyakit, maka dilampiaskan ke anaknya. Dan itu menggunakan modus, memeriksa anaknya apakah masih perawan atau tidak di sebuah penginapan.

Atas perbuatannya, pria yang pernah bertugas di Timor Timur ini dinyatakan bersalah, dan dipecat dari dinas militer. Pun dijatuhi hukum 10 tahun 8 bulan penjara, serta hukuman denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya