HTTP Status[404] Errno [0]

Patung Nurdin Basri Hiasi TMII Jakarta

11 October 2016 22:03
Patung Nurdin Basri Hiasi TMII Jakarta
Patung mendiang Nurdin Basri (1972-2011) putra sulung Hasan Basri, menghiasi TBT-TMII Jakarta
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Patung mendiang Nurdin Basri (1972-2011) putra sulung Hasan Basri, menghiasi TBT-TMII Jakarta

Patung mendiang Nurdin Basri (1972-2011) putra sulung Hasan Basri, menghiasi TBT-TMII Jakarta

BugisPos – Kehadiran patung mendiang Nurdin Basri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, menjadi fakta bahwa sang ayah, Hasan Basri, sangat menyayangi putra sulungnya tersebut. Nurdin Basri di tahun-tahun terakhir kehidupannya, diberi tanggung jawab oleh ayahnya mengelola Karebosi Link Makassar. Namun Tuhan ternyata lebih mencintainya, sehingga Nurdin Basri lebih cepat meninggalkan kehidupan dunia.

Sebetulnya, tawaran mendirikan Gazebo Karebosi di TBT-TMII Jakarta dan membuat patung Nurdin Basri disitu, ditanggapi dingin oleh Hasan Basri. Namun pendiri sekaligus Ketua Yayasan Taman Budaya Tionghoa, kawasan TMII Jakarta Timur, DKI Jakarta, Brigjen TNI (purn) Teddy Jusuf (72) beralasan bahwa pendirian Gazebo Karebosi di kawasan TBT- TMII, ikut memberi kontribusi besar terhadap monumen sejarah pergulatan warga Tionghoa di Nusantara, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Mantan staf ahli bidang Polhukkam Panglima TNI Faisal Tanjung (1992-1998) dan penggagas Paguyuban Marga Sosial Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini mengemukakan, bahwa penawaran kepada Hasan Basri (71) untuk membangun gazebo dan patung Nurdin Basri (1972-2010) di TBT-TMII ini, adalah sumbangsih seorang anak bangsa yang ingin melihat tanah kelahirannya maju dan setara dengan kota-kota besar dan berperadaban di dunia.

Teddy yang juga mantan anggota Fraksi ABRI DPR-RI (1992-1997) ini bahkan secara khusus menyebut, patung Nurdin Basri, laik dikenang dan berada di kawasan Gazebo Karebosi di TMII.

Karena itulah akhirnya Hasan Basri luluh juga hatinya menerima tawaran ini, lantas pengusaha asal Makassar ini pun dengan niat yang tulus mewujudkan Gasebo Karebosi tersebut di TMII.

“Informasi yang saya tahu, ananda Nurdin Basri ini gigih mewujudkan mimpinya memperbaiki Karebosi, membangun mall bawah tanah pertama di Indonesia di atas lapangan bola seluas 12 Ha, almarhum ini laik disebut pejuang, pengusaha pejuang,” kata Teddy, saat memberi sambutan resmi usai pembukaan selubung patung perunggu dan gazebo Karebosi di aula Museum Hakka, TBT-TMII, Jakarta Timur, Minggu (9/10/2016) pagi.

Gazebo Karebosi adalah satu spot monumental yang diwujudkan Hasan Basri, pemilik kelompok usaha Pt Tosan Permai Lestari, pengelola kawasan bisnis di lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan. Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung gasebo dan patung Nurdin Basri.

Gazebo ini berdiri di lahan sekitar 500 m2 tepat di pusat Taman Budaya Tionghoa di TMII. TBT sendiri digagas Teddy Jusuf dan kawan-kawan atas inisiatif  Presiden Soeharto.

Kawasan ini berada di sisi tenggara TMII dengan luas sekitar 45.000 m2. Sebagian besar lahannya disumbang oleh Yayasan Harapan Kita (35.000m2), Taman Mini Indonesia Indah (1800m2). Sisanya disumbangkan oleh yayasan sosial seperti Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera (1200m2), PSMTI Sumsel, PSMTI Kepri masing-masing 500m2, dan perorangan seperti The Ning King (4.000m2), Liem Haryono Wijaya Sarwono (1000m2), dan Prayogo Pangestu (1000m2).

Hasan Basri datang bersama istri, anak, menantu, cucu, dan kerabat dekatnya. Mereka terbang khusus dari Makassar, dan sejumlah daerah di Indonesia.

Hadir juga sahabat, kerabat, dan sejumlah karyawan PT Tosan, dari Makassar.
Selain itu, Hasan Basri juga mengundang setidaknya tujuh jenderal TNI Polri, anggota DPR RI, DPRD Makassar, dan pengurus yayasan marga sosial tionghoa di Makassar.

“Ini acara sederhana, undangan hanya keluarga sahabat, dan terbatas,” kata Jafar Basri, adik kandung Nurdin Basri kepada media BugisPos. Acara yang dimulai pukul 08.30 wita dan berakhir sekitar pukul 13.00 wita ini, dihadiri setidaknya 100 tamu penting.

Tetamu antara lain, Brigjen TNI (Purn) Teddy Jusuf, salah satu penggagas Taman Budaya Tionghoa di TMII, Mayjen TNI (Purn) Joko Susilo Utomo mantan Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI (Purn) Â Hari Krisnomo mantan Pangdam VII/Wirabuana, Irjen Pol (Purn) Siswo Adiwinoto mantan Kapolda Sulselbar, Mayjen TNI Doni Monardo mantan Dan Brigif 3 Kostrad Kariango yang sekarang menjabat Pangdam VIII/Pattimura Ambon, dan Brigjen TNI Kurnia Dewantara mantan Kasdam VII/Wirabuana yang sekarang menjabat Wadan Seskoad TNI.

Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham, istri mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, juga hadir bersama kakak iparnya, Syamsul Bahri Sirajuddin. Secara khusus Hasan Basri juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan putri bungsu mantan Gubernur Sulsel HZB Palaguna dan seorang cucunya. Hadir juga mantan Kepala Kanwil BNI Makassar Muchorom, dan beberapa sahabat dan tokoh marga Tionghoa di Makassar.

Dari Makassar ada penasihat PSMTI Sulsel Frans Heming Wang, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Makassar William Laurin,Rudy Johan, Benny Prisutandy, Lukman Holy, M Amal Natsir, dan beberapa teman sekolah menengah Hasan Basri di Jakarta di era 1960 an.

Gazebo Karebosi berdiri tepat di epicentrum Taman Budaya Tionghoa. Patung Perunggu Nurdin tegak di sisi utara gasebo. Di sisi selatan, prasasti dari batu fosil, dan dua pohon langka yang sudah berusia lebih 70 tahun.

Di depan Gazebo, tepat di sisi pating Pahlawan Nasional Indonesia keturunan Tionghoa Laksamana Madya (purn) John Lie (1911-1988), ada dua meja dan bangku dari batu alam berukir emas.

Di sisi barat gazebo ada rentetan patung sejumlah tokoh pejuang warga Tionghoa seperti Laksamana Ceng Hoo, atau sekitar 300 m dari Museum Hakka. (darna)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya