HTTP Status[404] Errno [0]

Masih Abu-abu Penetapan Tersangka Bupati Takalar

25 October 2016 21:55
Masih Abu-abu Penetapan Tersangka Bupati Takalar
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah melayani wawancara wartawan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah melayani wawancara wartawan

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Hidayatullah melayani wawancara wartawan

BugisPos – Penetapan bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel, agaknya masih terkesan abu-abu. Hal diisyaratkan oleh pernyataan Kajati Sulselbar Hidayatullah yang mengatakan masih harus melaporkan dulu ke Kejagung.

Masalahnya ialah, sebab sejumlah media telah memberitakan bahwa bupati Tajalar ini telah ditersangkakan. Dalam pemberitaan Kejati mengaku telah menetapkan Bupati Kabupaten Takalar, Burhanuddin Baharuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan asset daerah berupa tanah di desa laikang. Namun penetapan yang dilakukan oleh pihak Kejati Sulselbar, perlu dilaporkan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, karena posisi tersangka adalah seorang Kepala Daerah.

Hidayatullah menerangkan bahwa indikasi keterlibatan Bupati dalam kasus ini sangat kuat, apalagi ia sebagai pejabat yang bertandatangan di atas izin prinsip tersebut. Hanya saja, pihaknya perlu melaporkan hal ini kepada Kejaksaan Agung sekaligus meminta petunjuk mengenai posisi perkara karena telah melibatkan seorang Kepala Daerah.

“Keterlibatan bupati sangat jelas, apalagi pihak BPN sudah pernah mengingatkan tapi oleh Bupati tetap diperjual belikan. Sprindik dan surat penetapan tersangka sudah ada, Cuma saya perlu melaporkan hal ini kepada bos saya di Jakarta.” Jelas Hidayatullah yang ditemui wartawan usai menggelar acara pemusnahan barang bukti pidana narkotika, 25 / 10/ 2016.

Berikut transkrip lengkap hasil wawancara awak media dengan Kajati Sulselbar, Hidayatullah dikutip dari liputanlima.com :

“Saya sampaikan kepada teman-teman media, harus dihilangkan dulu kesan bahwa penegak hukum khususnya kejaksaan berpolitik dalam masalah ini. Karena ini jangan sampai disalahkartikan bahwa kejaksaan berkepentingan. Tetapi kejaksaan melihat masalah secara yuridis. Dan memang memenuhi unsur untuk dilakukan penyidikan.Â

Pertama, kasus penjualan tanah di Laikang tanah transmigrasi itu, sudah memenuhi dua alat bukti. Masuk ke kriteria tindak pidana korupsi.

Kedua, masalah keterlibatan pimpinan daerah yang lama itu sangat jelas terindikasi. Sangat jelas terindikasi. Paham tuh. Bahasanya paham yah. Sangat jelas terindikasi. Karena apa, keputusan dikeluarkan bahwa tanah ini milik transmigrasi. Sudah diingatkan oleh BPN. Tapi oleh pak bupati tetap diperjualbelikan. Sudah ada peringatan.

Indikasinya kuat. Kalau sprindik sudah ada. Untuk tersangka, ini saya bilang yang mengkait dengan pihak pak bupati, ini jangan sampai nuansanya kejaksaan berpolitik. Bahwa sikap tidak berubah. Jadi setiap warga negara berkedudukan sama di mata hukum. Itu prinsipnnya. Dia mau bupati dia mau siapa, tidak ada bedanya. Indikasi terlibat, ya diproses.Â

Sudah ada (surat penetapan tersangka). Tadi kan saya bilang ini indikasi. Penetapan tersangkanya sudah ada. Cuma saya perlu melaporkan terlebih dahulu ke pimpinan di Jakarta terkait masalah posisi kepala daerah.

Tidak ada izin (penetapan kepala daerah tersangka). Kita cuma sampaikan ke pimpinan, kita lapor, ada indikasi kepala daerah terlibat kasus korupsi penjualan tanah senilai Rp 16 miliar.Â

Bukan (Rp 16 miliar jumlah kerugian), nilai daripada jual yang nanti kita akumulasikan atau kita hitung, apakah itu memang Rp 16 miliar itu kerugian negara. Yang pasti terkait masalah pengertian kerugian negara menurut UU 1/2004 tentang perbendaharaan negara, kerugian negara bisa berupa hilangnya aset atau berkurangnya uang milik negara.

Kemarin camat, kades sudah (tersangka). Sekarang yang mengambil keputusan kan, komandan (Bupati Takalar) yang di atasnya itu. Masa Komandannya iya toh? Di bawahnya tersangka, di atasnya tidak. Terjemahkan saja”. darna

Â


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya