HTTP Status[404] Errno [0]

Gaji PNS Korupsi Tetap Dibayar, Sekda Sinjai Ditahan Kejari

31 October 2016 21:38
Gaji PNS Korupsi Tetap Dibayar, Sekda Sinjai Ditahan Kejari
Sekda Sinjai A Taiyeb Mappasere
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Sinjai tiba-tiba gempar. Hal ini lantaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, A Taiyeb Mappasere ditetapkan tersangka dan ditahan di rutan Sinjai sekitar pukul 15.00 Wita, Senin (31/10/2016).

Salahuddin, Kasipenkum Kejati Sulselbar kepada wartawan membenarkan penahanan tersangka. Menurutnya, A Taiyeb disangkakan melakukan korupsi sebesar Rp700 juta dari uang pembayaran gaji pegawai. Diketahui, Thaiyyeb membayar gaji PNS yang terlibat korupsi sejak tahun 2009-2016. Padahal mestinya Sekda menghentikan pembayaran gaji tersebut

“Iya, dia ditahan karena membayarkan gaji PNS yang tak berhak menerima gaji karena kasus korupsi” kata Salahuddin.

Analisa sumber BugisPos mengatakan, bila Sekda Sinjai ini dituduh tak membayar gaji pegawai sejak 2009 hingga 2016, maka indikasinya hanya pada pegawai tertentu gajinya tak dibayar. Dan tentu saja ada alasan menyebabkan gaji mereka ini tak dibayarkan. Tidak mungkin gaji seluruh pegawai di Pemkab Sinjai tak dibayarkan selama itu. Ini pasti hanya sebatas pada pegawai tertentu saja, apalagi jumlahnya hanya Rp700 juta untuk waktu 17 tahun lamanya.

Namun dari sumber lainnya mengungkapkan, bahwa Taiyeb dianggap tak menghentikan gaji sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat kasus korupsi. Sehingga negara diindikasikan mengalami kerugian hingga Rp700 juta. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin menjelaskan kerugian tersebut merupakan akumulasi dari tujuh tahun masa pembayaran gaji oknum PNS yang tersangkut kasus korupsi.

“Ada indikasi kerugian negara yang diakibatkan oleh pembayaran gaji PNS yang terlibat kasus korupsi yang tidak dihentikan oleh sekda,” kata Salahuddin saat dihubungi via telpon seluler, Senin (31/10/2016). Menurutnya, akibat pembayaran tersebut, Sekda Sinjai tersebut disangkakan melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kerugian negara tersebut berlangsung sejak tahun 2009 sampai 2016,” tambah Salahuddin pun.

Sekda Sinjai, Taiyyeb A Mappasere, angkat bicara terkait penahanan dirinya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai. Di Rutan Kelas II B Sinjai, dia menuturkan jika sebagai aparat negara yang taat hukum maka dirinya menghormati pemangilan dirinya walau saat ini tengah sakit.

“Saya ditahan karna tetap melakukan pembayaran gaji 12 pegawai PNS yang telah menjadi narapidana dan membayarkanya sampai Agustus tahun ini,” ucapnya.

Dijelaskan dia, PNS yang terpidana tersebut seharusnya sudah dipecat sesuai dengan UU 52 Tahun 2014. Namun, dirinya hingga kini belum menerima syarat keputusan pengadilan yang telah inkra.

“Sesuai aturan kami seharusnya pecat PNS itu. Tapi, kita belum mendapatkan surat keputusan pengadilan, jadi pembayaran gaji PNS itu tetap jalan,” jelasnya.

Lanjut Taiyyeb, setelah meminta, pihaknya baru menerima salinan dari Tipikor pada 28 Agustus 2016 lalu yang dijadikan dasar untuk pemecatan.

“Sebelumnya itu kita tidak lakukan pemecatan karna tidak ada dasar untuk melakukan itu, jadi tidak benar kalau saya mengambil gaji pegawai,” tegasnya.

Sekda Sinjai saat ini telah berada di Rutan kelas II B Sinjai, Taiyyeb A Mappasere ditahan oleh Kejari Sinjai setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton sejak pagi hari (31/10) hingga akhirnya penyidik kejaksaan membawanya ke rutan kelas II B untuk dititip pada pukul 16.40 Wita. darna

darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya