HTTP Status[404] Errno [0]

Ahmad Dhani Dituduh Menghina Presiden

08 November 2016 03:34
Ahmad Dhani Dituduh Menghina Presiden
Ahmad Dhani saat berorasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Calon Wakil Bupati Bekasi Dhani Ahmad Prasetyo atau biasa disapa Ahmad Dhani dipolisikan ke Bareskrim Polri. Yang mempolisikan adalah Pemuda Partai Hanura terkait ucapannya yang dianggap telah menghina Presiden Republik Joko Widodo saat orasinya di demo 4 November 2016.

“Dengan pernyataannya (Ahmad Dhani) saat melakukan orasi. Terkait penghinaan ke kepala negara kita (Jokowi). Untuk itu kami terpanggil,” ujar Ketua Umum Pemuda Hanura, Wisnu Dewanto di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat dikutup jpnn Senin (7/11).

Menurutnya, sebagai seorang pemuda, dalam berorasi dan berdialog di muka umum, masyarakat tidak boleh lupa untuk menyampaikan etika dan kesantunan dalam berbicara. Hal itu dinilai tak terlihat kala Dhani berorasi Jumat lalu.

“Terkait dengan itu, kami hadir di tengah teman- teman untuk melporkan. Agar kiranya tidak ada keraguan dari kepolisian untuk melakukan upaya hukum,” tambahnya.

Dalam laporannya, Wisnu bersama dengan anggotanya membawa bukti berupa dua rekaman video orasi Ahmad Dhani yang dinilai telah menghina Jokowi. Dia enggan menyebut pernyataan Ahmad Dhani yang dianggap melecehkan Jokowi karena pernyataan itu menurutnya tak laik diucapkan.

“Ada beberapa rekaman yang kita sampaikan, ada dua rekaman video, silahkan tanya ke penyidik. Habis ini kita Kejagung (Kejaksaan Agung), agar bisa kawal proses ini dengan cepat. Sungguh tidak etis, tidak pantas saya ucapkan disini (ucapan Ahmad Dhani),” tutupnya.

Selain Pemuda Partai Hanura, Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) juga mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Ahmad Dhani terkait ucapannya dalam orasi pada Demo 4 November 2016 lalu yang dinilai telah menghina Presiden Jokowi.

Dalam Demo besar-besaran 4 November lalu, Dhani dalam orasinya menyayangkan sikap Jokowi yang tak mau menerima habib dan ulama yang hadir di depan Istana Negara. Rasa kesalnya diungkapkan dengan mengeluarkan kata-kata umpatan.

Tak Punya Niat Buruk

Pengacara Ahmad Dhani, Ramdan Alamsyah, menyatakan kliennya tak punya niat buruk menghina Presiden Jokowi lewat orasi demonstrasi 4 November kemarin. Ketiadaan niat buruk Dhani dinyatakannya sama dengan ketiadaan niat buruk Ahok dalam pidato kontroversial yang memuat Al Maidah: 51.

“Ahok bilang enggak punya niat. Dhani juga bilang tidak ada niat,” kata Ramdan Alamsyah dalam jumpa pers di kediaman Dhani, Pinang Mas VII Nomor 4, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Dia juga merujuk ke putusan Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa pasal penghinaan presiden juga sudah dihapus. Dia mengimbau agar semua pihak tak membuat isu bahwa Dhani telah menghina Presiden. Kini Dewa 19, grup musik yang digawangi Dhani, tak dapat izin menyelenggarakan dua konser.

“Dibuatlah (video itu) viral dari Facebook Indra Tan, yang menyebarkan fitnah adalah Ahokers. Penggalan video yang tidak sempurna dan tulisan viral, tidak ada satu kata ‘Jokowi’ yang terucap dari Dhani,” kata Ramdan.

Justru kini pihak Dhani merasa terfitnah. Dia menyatakan Dhani harus berteriak menyampaikan orasinya karena banyak orang di situ sehingga tak akan terdengar bila dia berbicara lirih. Orasi tersebut memuat kata-kata menyebut nama binatang.

“Ucapan saat orasi tidak sama sekali bertujuan untuk menistai siapapun. Kenapa teriak? Ada jutaan orang di sana (Jalan Medan Merdeka Barat),” kata Ramdan. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya