HTTP Status[404] Errno [0]

Pemkot Bangun Konektivitas Antarpulau

08 November 2016 05:21
Pemkot Bangun Konektivitas Antarpulau
Danny Pomanto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Pemerintah Kota Makassar telah membangun konektivitas antarpulau dalam memperluas jangkauan pelayanan serta lalu lintas barang sekaligus mendukung program pemerintah pusat yakni jalur tol laut.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Makassar secara geografis terletak di tengah-tengah Indonesia. Apalagi Sulawesi Selatan itu adalah provinsi yang sebagian wilayahnya pulau termasuk Makassar,” ujar Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi dari Makassar-Jakarta, Kamis 4/11/16

Danny Pomanto — sapaan akrab walikota yang didaulat sebagai pembicara pada Executive Dialogue Indonesian Planning Outlook 2017 di Kuningan, Jakarta, mengatakan, konektivitas antarpulau ini akan selesai pada 2018 sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Selain Wali Kota Danny hadir juga Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang Budi Situmorang, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rido Matari Ichwan, dan Bupati Agam Indra Catri yang juga menjadi pembicara pada forum yang sama.

Di forum yang digagas oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI), Wali Kota Danny berbicara tentang posisi Makassar sebagai zona logistik terbaik pada sisi permintaan dan penawaran di jalur transportasi laut.

“Di tahun 2018, Makassar akan memiliki pelabuhan baru atau Makassar New Port yang telah diresmikan pembangunannya (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Mei 2015 lalu,” katanya.

Ia menambahkan, jika Makassar New Port telah dirampungkan sesuai dengan jadwalnya, maka jalur transportasi laut akan terhubung dengan pelayaran dari Indonesia bagian barat ke Indonesia bagian timur dan begitupula sebaliknya.

Jika nantinya pelabuhan baru itu resmi beroperasi di tahun 2018 akan terbangun konektivitas antarpulau yang dapat memperluas jangkauan pelayanan serta lalu lintas barang dan jasa.

Dampak yang dirasakan setelah konektivitas terbangun yakni dapat menekan harga barang di pasaran dan memunculkan daya saing khususnya di wilayah Indonesia timur.

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo IV persero terus mengenjot pembangunan Makassar New Port (MNP) dan saat ini progres pengerjaan paket A mencapai 27,01 persen.

“Proyek Paket A sampai April 2016 penyerapan anggaran mencapai Rp43 miliar dengan progres pengerjaan proyek fisik per 8 Mei sudah mencapai 27,01 persen,” kata Direktur Fasilitas dan Peralatan PT Pelindo IV, Susantono.

Usai peninjauan di MNP berada di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, dia mengatakan saat ini pihaknya sedang mengejar pengerjaan proyek yang Paket A.

Sesuai kontrak, proyek MNP Paket A dimulai pada 3 Juni 2015.

“Tetapi, pengerjaan fisiknya baru kita mulai pada September 2015,” paparnya kepada wartawan.

Menurut dia, dari total alokasi anggaran MNP sebesar Rp1,8 triliun, pengerjaan Paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar.

Proyek tersebut meliputi dermaga sepanjang 320 meter, reklamasi seluas kurang lebih 3 hektare dan akses jalan sepanjang lebih dari 100 meter.

“Sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pengerjaan proyek MNP Paket A diakui untuk pembayaran sekitar baru 15,2 persen. Namun secara fisik di lapangan, pengerjaan proyek sudah mencapai 27,01 persen, “ungkapnya. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya