HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Puluhan Ribu Pemilih Tak Bisa Memilih di Takalar

14 November 2016 00:35
Matemija, Puluhan Ribu Pemilih Tak Bisa Memilih di Takalar
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Sebanyak 31 ribu pemilih terancam tidak akan menyalurkan hak pilihnya saat Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kabupaten Takalaan, Sulawesi Selatan pada 2017.
“Ada total 31.000-an calon pemilih terancam tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena belum terekam elektronik KTP dari total 211 ribu pemilih yang terdaftar di DPT,” sebut Ketua KPU Takalar Jusalim Sammak di Makassar, Kamis 10/11/16

Menurut dia, data tersebut merupakan pemilih pemula dan bisa saja bertambah, mengingat dari jumlah 211 ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih ada 11 persen belum terekam e-KTP karena usianya belum sampai 17 tahun.

Bila dipresentasikan 11 persen berarti masih ada sekitar 23.210 pemilih yang belum bisa melakukan perekaman data, sementara waktu pencoblosan sudah dekat. Sehingga pemilih usia di bawah 17 tahun belum terdaftar, sedangkan lebihnya warga belum terekam e-KTP dari total 31 ribuan calon pemilih itu.

Anggota KPUD Sulawesi Selatan Faisal Amir menyatakan e-KTP adalah kartu sah yang dianggap penting sebagai data valid pemilih yang disahkan Undang-undang.

Kendati demikian, pihaknya berupaya mencari solusi lain meski belum terekam e-KTP karena terkendala blanko, namun cara lain tetap dilakukan agar pilkada Takalar dapat berjalan sukses.

“Kami bersepakat dulu dengan para pengawas pemilu dan pelaksana Pilkada dalam hal ini KPUD Takalar apa yang akan dilakukan selanjutnya,” katanya.

Meski masih ada 11 persen pemilih pemula dan belum genap 17 tahun tetapi bila masa pemilihan sudah dekat dan umurnya masuk 17 tahun, sesuai ketentuan bisa mendapatkan KTP maka tetap diakomodir.

Mengenai adanya ketidaksamaan persepsi antara KPUD dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Takalar, tentunya bila melihat posisi para pemilih pemula ini tentu menjadi soal.

“Batas umur dapat KTP kan 17 tahun, tapi kalau menjelang pemilihan atau saat pemilihan usianya masuk 17 tahun tentunya harus di masukkan DPT dan punya hak memilih, tetap dicarikan solusinya asalkan dilaporkan sebelumnya,” tambah Faisal. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya