HTTP Status[404] Errno [0]

Wartawanmi Sede Dianiaya

14 November 2016 00:34
Wartawanmi Sede Dianiaya
Rifkah Azizah Ibrahim, Jurnalis TV Lokal (Celebes TV)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Rifkah Azizah Ibrahim, Jurnalis TV Lokal (Celebes TV)

Rifkah Azizah Ibrahim, Jurnalis TV Lokal (Celebes TV)

BugisPos — Â Kekerasan kembali menimpa seorang jurnalis tepat di hari pahlawan saat meliput di Kampus Legiun Veteran RI (LVRI) Makassar, Kamis 10/11/16
Jurnalis tersebut bernama Rifkah Azizah Ibrahim salah seorang reporter wanita dari stasiun televisi lokal (Celebes TV) saat liputan di kampus LVRI Yayasan Karya Darma jalan Wolter Supratman.

Rifkah menceritakan saat dirinya meliput untuk konten hari pahlawan di kampus itu, bersamaan pula terjadi kericuhan antar dua kelompok yang berseteru lalu kemudian direkam.

Entah dari mana datangnya dua orang tersebut langsung menarik lalu menyeretnya serta mengambil kamera kemudian gambar dihapus.

“Saya ditarik dan diseret dan kamera saya diambilnya lalu semua gambar dihapus mereka. Pelakunya saya masih hafal mukanya agak sedikit tua sepertinya satpam,” tutur Rifkah saat diperiksa di Polrestabes Makassar.

Sementara produser Celebes TV, Andi Ahmar mengatakan Rifkah ditugaskan ke kampus untuk meliput Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada hari ini.

Ternyata saat liputan terjadi kericuhan internal antara dua kelompok di kampus itu, saat merekam gambar dirinya tiba-tiba diseret seseorang.

“Rifkah sudah menyebutkan dirinya wartawan malah diperlakukan kasar dan gambarnya dihapus. tentunya kami akan menempuh jalur hukum dan meminta polisi menangkap orang itu,” ujarnya.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel Ano Suparno mengutuk keras tindakan oknum pengamanan di kampus itu. Melalui surat penyataannya meminta agar semua pihak menghormati dan menghargai kerja-kerja jurnalistik agar tidak terjadi kekerasan.

“Kami meminta pihak kampus LVRI bekerja sama dengan polisi mengugkap identitas pelaku kekerasan terhadap Rifkah dan segera diproses hukum kerena menghalang-halangi kerja wartawan,” tegasnya.

Sebelumnya, kekerasan jurnalis juga terjadi baik di Kota Makassar, Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai dalam beberapa bulan terakhir.

Syahidin, wartawan Harian Berita Kota Makassar (BKM) dipukuli seorang aparat yang bertugas di kepolisian Resor Polres Sinjai saat liputan demonstrasi Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama atau Ahok dan mengalami cidera hingga dilarikan ke Rumah sakit.

Sementara pada kasus lainnya wartawan harian Rakyat Sulsel Ashar Abdullah juga mendapat perlakukan kasar oleh oknum TNI AU saat mengawal istri pejabat AU di salh satu restoran di Makassar.

Sedangkan di Kabupaten Bone, sejumlah wartawan mengalami kekerasan fisik ditendang anggota AMPI saat mengawal Ketua Umum Golkar Setya Novanto usai membuka acara Rapat Pimpinan Daerah di Bone, Sulsel. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya