HTTP Status[404] Errno [0]

Wartawan Diajak Dialog Tax Amnesty

20 November 2016 00:30
Wartawan Diajak Dialog Tax Amnesty
Kepala kanwil DJP Jatim II Irawan dalam gathering dengan para awak media mensosialisasikan Amnesti Pajak di Aula Kanwil DJP Jawa timur II Jl. Juanda No. 37 Sidoarjo.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kepala kanwil DJP Jatim II Irawan dalam gathering dengan para awak media mensosialisasikan Amnesti Pajak di Aula Kanwil DJP Jawa timur II Jl. Juanda No. 37 Sidoarjo.

Kepala kanwil DJP Jatim II Irawan dalam gathering dengan para awak media mensosialisasikan Amnesti Pajak di Aula Kanwil DJP Jawa timur II Jl. Juanda No. 37 Sidoarjo.

BugisPos — Dalam mensosialisasikan program Amnesti Pajak yang digalakkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak Jatim II beberapa waktu lalu telah mengundang para awak media untuk bersama dalam dialog dan tanya jawab mengenai Amnesti Pajak.

Kepala Kantor DJP Jatim II Irawan menyampaikan , bahwa peran media baik cetak maupun elektronik sangatlah penting untuk suksesnya program amnesti pajak yang selanjutnya disampaikan kepada para pengusaha atau wajib pajak dan para pelaku UMKM terutama di wilayah DJP Jatim II. “Karenanya penting sekali awak media untuk mengetahui dengan baik tentang amnesti pajak, itu tujuan diadakan Temu dan Dialog ini” jelas Irawan mengawali pembicaraan di depan awak media.

Dalam paparan didepan awak media, P2 Humas DJP Jatim II menjelaskan maksud dan tujuan Amnesti Pajak, bahwa amnesti pajak diperuntukkan perluasan basis data perpajakan, kedua untuk meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek dengan penerimaan dari uang tebusan, penerimaan pajak berdasarkan basis data yang lebih lengkap dan akurat untuk jangka panjang ke depannya.

Dijelaskan jika Amnesti Pajak adalah suatu penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan. Kapan wajib pajak dalam mengungkapkan hartanya dan bagaimana? wajib pajak mengungkapkan seluruh harta yang belum dilaporkan pada SPT Tahunan PPh Terakhir yakni mulai 1 januari 2015 sampai 31 Desember 2015 dengan cara menyampaikan Surat Pernyataan Harta beserta lampirannya. Surat Pernyataan Harta tersebut berisi informasi terkait harta, utang, harta bersih, serta perhitungan dan pembayaran uang tebusan yang ditandatangani oleh Wajib Pajak sendiri bagi orang pribadi atau oleh pimpinan badan usaha. (Sbr. Nur Ch-Thahir Rahman )


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya