HTTP Status[404] Errno [0]

Dinas Pendidikan Mamuju Tengah Berbenah

28 November 2016 00:50
Dinas Pendidikan Mamuju Tengah Berbenah
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Mamuju Tengah Busdir, S.Pd, M.Pd.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Mamuju Tengah Busdir, S.Pd, M.Pd.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Mamuju Tengah Busdir, S.Pd, M.Pd.

BugisPos – Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa. Kenakalan remaja disebabkan oleh beberapa faktor seperti frustasi, kurangnya kasih sayang orang tua, perkembangan teknologi, pengaruh lingkungan dan hal-hal lainnya.

Olehnya itu Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah yang di nakhodai Bapak H. Aras Tammauni saat ditemui BugisPos di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu menyatakan bahwa, “di Kabupaten termudah Provinsi Sulawesi Barat ini sudah sewajarnya diperlukan peran dari semua pihak yang berhubungan langsung dengan remaja, pendidik, dapat mencegah secara langsung tentang kenakalan remaja khususnya di dunia pendidikan, melalui cara pemberian motivasi untuk berperilaku yang positif dan teknik pencegahan kenakalan remaja dari para orang tua dan pendidik “, tukasnya.

” Bagi pemerintah sendiri dapat memberikan masukan-masukan yang positif bagi instansi, pendidik maupun siswa yang berhubungan langsung dalam kehidupan remaja itu sendiri. Oleh karena itu kegiatan Koordinasi, Pembinaan, dan Pendidikan Siswa dalam Pencegahan Kenakalan Remaja akan dapat menyampaikan sesuatu hal yang positif bagi siswa dalam berperilaku. Guna mencapai tujuan pendidikan itu sendiri “, tambahnya.

” Untuk itu Pemerintah Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat melaksanakan kegiatan Koordinasi, Pembinaan, dan Pendidikan Siswa dalam Pencegahan Kenakalan Remaja, sebagai upaya langsung untuk menekan dan mencegah kenakalan remaja. Menurut Bapak Bupati H. Aras Tammauni, Kenakalan remaja terjadi akibat kurangnya perhatian orang tua dan rendahnya pengetahuan remaja dalam memilah informasi yang didapat dari lingkungan. Dan permasalahan ini mesti dicarikan solusinya secara cepat dan tepat, salah satu contoh kongkrit yang harus kita lakukan adalah dengan adanya buku penghubung antara guru dengan orang tua murid atau yang biasa disebut buku penghubung siswa “, sambungnya.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Busdir, S.Pd, M.Pd kepada BugisPos juga menyatakan bahwa “ Dinas Pendidikan sebagai garda terdepan di dunia pendidikan sangat merospon dan mendukung sepenuhnya terobosan Bapak Bupati Mamuju Tengah dalam upaya penanggulangan kenakalan remaja khususnya peserta didik di sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah ini. Diungkapkan, bahwa Buku Penghubung tersebut memiliki fungsi yang vital bagi komunikasi pihak sekolah dan para wali murid, yaitu suatu niatan dibangun untuk memelihara komunikasi yang efektif. Salah satunya adalah menjadi sarana untuk pemantauan kegiatan siswa di sekolah dan dirumah. Buku penghubung menjadi parameter dasar dari beberapa sikap dan karakter yang harus dilatihkan kepada anak setiap hari, orang tua dan guru dapat menulis pesan dan kondisi terkini siswa agar masing masing pihak dapat memberikan follow up terhadap pesan tersebut “, jelasnya.

” Olehnya itu di harapkan kepada seluruh Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah ini dapat membantu dan merealisasikan serta memanfaatkan buku penghubung siswa ini sebagai sarana untuk memajukan kualitas pendidikan dan menjalankan program program pemerintah sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah di bidang pendidikan “, tambahnya.

” Terkait dengan anggaran pengadaan buku penghubung siswa ini dibebankan pada dana bos di masing masing sekolah karena itu sudah ada posnya tentang pembelanjaan buku untuk siswa “, tutupnya. Antho/Ali.


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya