HTTP Status[404] Errno [0]

Warga Kecewa Terhadap Polisi

29 November 2016 05:34
Warga Kecewa Terhadap Polisi
Warga Kecewa Terhadap Polisi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos —Â Salah seorang warga Makassar, Charles mengeluhkan pelayanan kepolisian karena laporannya sejak tahun 2010, 2012 dan 2016 tidak kunjung ditindaklanjuti dan tanpa adanya laporan perkembangan.
“Jangan salahkan kami sebagai warga biasa berfikir jika masih ada oknum polisi tidak bekerja profesional dan maafkan kami kalau beranggapan ada apa-apanya dalam kasus kami,” keluh Charles di Makassar, Senin 28/11/16

Ia yang memperlihatkan sejumlah dokumen-dokumen baik laporan resminya sejak tahun 2010, 2012 dan 2016 serta dokumen berupa putusan mengikat dari Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa tanah yang diwarnai dengan pemalsuan data otentik itu tidak kunjung ditanggapi polisi.

Charles mengungkapkan, dirinya pada 2010 mendatangi Polrestabes Makassar untuk melaporkan Phie Sui Goan dan Phie San Goan terkait dugaan pemalsuan surat otentik berupa sertipikat tanah milik Mei Tjoe alias Lili Phie.

Ia mengaku pada saat dirinya diperiksa sebagai pelapor, dirinya diminta menunggu hingga permasalahan sengketa tanah itu berakhir dengan adanya putusan mengikat dari pengadilan.

Karena tidak ada kejelasan hukum, dirinya kemudian membuat pelaporan pada tahun 2012, namun kembali lagi polisi tidak melakukan pemanggilan terhadap terlapor hingga perkara sengketa tanah itu berakhir pada 2012 dengan adanya putusan dari Mahkamah Agung.

“Tahu tidak apa yang terjadi setelah saya mendatangi Polrestabes, waktu itu penyidiknya mengatakan jika kasusnya telah kedaluwarsa dan saya diarahkan untuk melapor ulang dan saya ikuti untuk melapor ulang. Sampai hari ini pun tidak ada kejelasan dari polisi,” katanya.

Dia menegaskan, waktu berlalu selama empat tahun, kembali dirinya melaporkan permasalahan itu ke Polrestabes pada 2016 dan kembali lagi hingga saat ini belum ada perkembangan.

Laporan polisi yang dibuatnya itu bernomor LP/1994/POLDA SULSEL/RESTABES MKS, tanggal 16 Agustus 2016. Sejak laporannya terbarunya itu, hingga kini Charles mengaku belum juga dimintai keterangannya.

Karena tidak adanya kejelasan hukum, ia pun kemudian menyurat langsung ke Kapolda dan menembuskannya ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komnas HAM dan Presiden.

Balasan surat kemudian diterimanya dari Komnas HAM dan Kompolnas di mana isi surat itu meminta kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan perkara ini dan memberikan kejelasan hukum.

“Saya cuma mau ada kejelasan hukum kenapa laporan saya tidak ditanggapi dan pernah sekali waktu dilakukan gelar perkara tahun 2010 dan saat itu Kapolda dan Wakapolda hadir kemudian mengatakan tidak ada pelanggaran hukum, tapi kenapa tidak ada SP3 (surat penghentian penyelidikan perkara) yang diterbitkan, ini kan tanda tanya besar,” jelasnya.

Charles menjelaskan, pihaknya telah memiliki bukti kuat telah terjadi pemalsuan sertifikat. Itu setelah keluar putusan dari Mahkamah Agung atas gugatan perdata terhadap Goan bersaudara yang memenangkan istrinya Mei Tjoe, pada 2014.

Lokasi lahan yang dimaksud seluas 282 meterpersegi, terletak di Jalan Cendrawasih Nomor 213, Kelurahan Baji Mappasunggu Makassar dan tanah seluas 159 meterpersegi, terletak di Jalan Sungai Walanae Nomor 97 kelurahan Maricaya Baru Makassar.

“Saya sudah berikan bukti salinan itu ke polisi. Saya kecewa dengan pihak kepolisian yang terkesan laporanku diabaikan begitu saja. Padahal bukti terjadinya pemalsuan cukup kuat, ” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera diminta tanggapannya menilai, kasus yang dilaporkan Charles itu sudah terlalu lama. Menurutnya, penyidik harusnya memberikan kapastian hukum.

“Terlalu lama kasus itu. Harusnya penyidik berikan kepastian hukum bukan digantung. Salah satunya SP2HP atau SP3. Disini diliat penyidik berani atau tidak melakukan hal tersebut sesuai profesionalnya, ” terangnya. ant


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya