HTTP Status[404] Errno [0]

Polisi Ringkus Pengebom Ikan di Selayar

30 November 2016 02:24
Polisi Ringkus Pengebom Ikan di Selayar
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Â Mungkin ini dampak langsung atas sindiran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada gubernur Syahrul Yasin Limpo, dimana Susi menyindir gubernur soal ramainya pengeboman ikan di Sulsel. Sindiran ini diungkapkan Susi di hadapan Presiden Jokowi saat meresmikan Pelabuhan Perikanan di Untian Makassar beberapa waktu lalu.

Bahwa kepolisian merespon sindiran tersebut dengan langkah cepat, dimana Satuan Polisi Perairan Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, meringkus pelaku pengebom ikan di Perairan Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar beserta barang bukti perahu, bahan peledak, dan ikan hasil tangkapannya.

“Aktivitas penangkapan ikan dengan cara-cara ilegal ini sering dilakukan di perairan yang sedikit jauh dari pulau-pulau dan mereka selalu main kucing-kucingan sama anggota,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Selasa 29/11/16

Pelaku yang diamankan, yakni Ongka bersama anaknya, Sardona, serta rekannya yang lain, Kifli. Pelaku beserta barang buktinya juga diamankan polisi. Satu kapal nelayan (jolloro) empat silinder, 50 kilogram (kg) ikan Sinrilik, satu kompresor, satu rol selang, satu pasang sepatu katak, 10 bungkus korek api kayu diamankan petugas.

Selain itu, tiga jerigen pupuk amonium nitrate (bahan peledak) yang sudah dicampur bensin dan dua botol berisi pupuk amonium nitrate yang sudah dicampur dan siap diledakkan.

“Pelaku diamankan setelah melakukan tindak pidana pencurian ikan dengan cara-cara yang tidak benar. Pengeboman ikan juga berdampak dengan kerusakan biota laut,” katanya.

Dia mengatakan cara-cara penangkapan ikan yang sering dilakukan oleh para nelayan berdampak pada rusaknya biota laut serta terumbu karang yang menjadi tempat hidupnya ikan-ikan.

Barung juga mengaku pihaknya yang sudah sering melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pelaku pencurian ikan itu, tidak bangga dengan apa yang dilakukannya.

“Kami tidak bangga menangkap para pelaku destruktif `fishing` tapi yang kami akan jauh berbangga apabila tidak ada lagi praktik destruktif `fishing` yang dilakukan oleh nelayan,” katanya. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya