HTTP Status[404] Errno [0]

PMR SMANDAPIT Peringati Hari AIDS Se Dunia di Pertigaan Lauwa

04 December 2016 00:54
PMR SMANDAPIT Peringati Hari AIDS Se Dunia di Pertigaan Lauwa
(Kiri) Foto rombongan bersama anggota aksi sosial smandapit dan polsek pitumpanua. (kanan) foto ilustrasi pembagian balon, coklat, dan permen.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
(Kiri) Foto rombongan bersama anggota aksi sosial smandapit dan polsek pitumpanua. (kanan) foto ilustrasi pembagian balon, coklat, dan permen.

(Kiri) Foto rombongan bersama anggota aksi sosial smandapit dan polsek pitumpanua. (kanan) foto ilustrasi pembagian balon, coklat, dan permen.

BugisPos – Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 2 Pitumpanua memperingati hari aids se dunia 1 Desember 2016 dengan melakukan aksi di pertigaan Lauwa.

Mereka melakukan peringatan aids dengan membagikan balon, coklat, permen dan menempelkan ucapan yang bertuliskan “SMAN 2 Pitumpanua, Save Generation From Aids” yang berpita warna merah, kepada masyarakat sekitar yang melewati jalan tersebut.

Aksi ini dimulai jam 8 pagi sampai  jam 10, dan didampingi oleh Pembina putri PMR, Lia Aprilia, S.Pd dan Pembina putra PMR, Hasdar, S.Sos dan beberapa Pembina dari Smandapit sendiri, yang dikawal langsung oleh bapak Kipa Rivai dan Dien Martin dari Polsek Pitumpanua dan tak mau ketinggalan moment tersebut, bapak Muhammad Jaenal, S.Pd. M.Pd selakuKepala SMAN 2 Pitumpanua pun turun langsung kelapangan.

Selain dari pembagian permen dan balon, 8 anggota PMR menggantung huruf dengan kertas dibadan mereka yang bertuliskan “STOP AIDS”, dan 2 orang berperan sebagai “ODHA”.

Aksi sosial ini diikuti oleh beberapa pengurus PMR Smandapit periode 2016/2017 yang berjumlahkan 19 orang  yang baru beberapa hari lalu dilantik.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini yakni sebagai bentuk kepedulian mereka yang masih muda kepada masyarakat sekitar (masyarakat awam) bahaya tentang aids dan pentingnya mengenal jenis dan penyebarannya tanpa harus menjauhi odha (Orang dengan HIV AIDS).

Menurut pak Jaenal, hari peringatan aids ini merupakan suatu momen sebagai penanda bahwa betul-betul ada kepedulian kita terhadap penyakit ini, karna aids merupakan penyakit sudah mendunia dan salah penyakit besar yang bisa mematikan, akan tetapi penyakit ini sangat membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak, atau bahkan Negara.

“Kita sebagai elemen di kelompok masyarakat terdidik yang berpengetahuan tentunya harus mengetahui tentang hal itu dan harus memperlihatkan tanggungjawab kita dengan cara melakukan kegiatan seperti ini, baik itu himbauan, ajakan atau sosialisasi tentang bahaya aids”, ungkapnya.

Selain menjabat seorang Kepala SMAN 2 Pitumpanua, beliau juga menjabat sebagai Koordinator Relawan di Sul-Sel saat ini. Beliau pun mengatakan bahwa ucapan “Selamat Hari Aids” yang biasa diucapkan orang merupakan bentuk kepedulian kita kepada odha, bukan ucapan selamat karna kebahagiaan, melainkan selamat dalam bentuk perhatian dalam tindakan khusus atau tindakanan nyata atas kepeduliaan kita terhadap bahaya yang ditimbulkan.

“Pesan saya, kenali dulu darimana penyebab aids, bagaimana dampaknya dan setelah itu kita harus menghindarinya maka dari itu kita yang terdidik harus memberitahu mereka yang belum tahu sama sekali bahaya aids”. Ucapnya. (Mustina)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya