HTTP Status[404] Errno [0]

Mahasiswa STIKES Majene Aksi Jalan Kaki di HUT HIV-AIDS

10 December 2016 01:17
Mahasiswa STIKES Majene Aksi Jalan Kaki di HUT HIV-AIDS
illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Sekira 70 mahasiswa melakukan aksi jalan kaki dari Polres Majene menuju Bundaran pusat kota Majene, 1 Desember 2016.

Mereka adalah mahasiswa STIKES Bina Bangsa Majene (BBM) yang tergabung dalam Organisasi Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIK M).
Aksi ini dalam rangka memperingati Hari HIV-AIDS Internasional didukung Pemprov Sulbar.

Selain berorasi, mahasiswa juga membagikan 400 sticker, 100 pin dan 100 gantungan mengenai bahaya HIV-AIDS ke pengedara yang melintas. Tampak pula siswa SMPN 4 Majene bergabung dalam kegiatan ini.
Kordinator aksi, Yudhireksa dalam orasinya, mengingatkan agar remaja khususnya di Majene tidak terjerumus ke perilaku negatif. Apalagi kegiatan yang dapat menimbulkan penyakit HIV-AIDS.
Dia juga menyinggung pentingnya orang tua mengontrol aktivitas pergaulan anak. Setiap orang tua dituntut mengarahkan anaknya ke perilaku hidup yang bersifat positif.

“Harta yang paling berharga adalah kesehatan,” ucap Yudhi yang juga mahasiswa jurusan Keperawatan STIKES BBM itu.
Terpisah, Kasi Penyakit Tidak Menular, Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene Arnida Arsyad menyebut, orang yang menderita HIV sudah pasti terinfeksi virus sedangkan penderita AIDS merupakan stadium lanjutan HIV.

Kata dia, virus HIV menyerang Limposit atau sel darah putih yang menyebabkan lemahnya sistem daya imun pada tubuh penderita. Penyebarannya melalui cairan tubuh, seperti darah, sperma dan ASI.
“Ini salah satu penyebabnya, karena pertukaran cairan dengan si penderita HIV,” tegas Arnida.

Masa Inkubasi penyakit tersebut bisa lima hingga sepuluh tahun. Bisa saja seseorang telah terjangkit HIV, namun belum menunjukkan gejala.
Dia melanjutkan, pada masa simptomatik gejala yang ditimbulkan HIV mulai muncul yakni, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus menerus, flu yang tidak sembuh, berat badan terus menurun dan keringat dingin berlebihan pada malam hari.

Jika penderita sudah mengalami fase tersebut bisa dikatakan AIDS positif. Ia juga menyebutkan, penderita HIV sama halnya dengan aktivitas orang biasa, namun dapat berpotensi menularkan jika terjadi kontak fisik.

“Seperti berhubungan badan, transfusi darah dan lainnya,” imbuhnya.
Bagi penderita HIV, Ardina menyarankan untuk mengkonsumsi antiretroviral. Obat tersebut dapat mempertahankan kondisi tubuh penderita agar dapat beraktivitas sehari-hari.

“Namun itu tidak akan menyembuhkan si penderita, walaupun sudah mengkonsumsi orang tersebut juga dapat menularkan HIV”, tutupnya. (adv)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya