HTTP Status[404] Errno [0]

Sulbar Harus Tetap Aman dan Tenteram

10 December 2016 00:11
Sulbar Harus Tetap Aman dan Tenteram
Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Lukman Wahyu, Danrem 142 Tatag Tandyo
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Lukman Wahyu, Danrem 142 Tatag Tandyo

Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Lukman Wahyu, Danrem 142 Tatag Tandyo

BugisPos — Apel Nusantara yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang dalam rangka antisipasi unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016 di wilayah Sulbar.

Pada apel tersebut gadir Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Saleh, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Lukman Wahyu, Danrem 142 Tatag Tandyo, sejumlah kepala SKPD baik lingkup Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh pada kesempatan tersebut menyampaikan, agar tetap bersatu dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia khususnya daerah Sulbar.

“Yang terjadi di luar Sulbar harus tetap aman dan tentram, jangan mudah terprovokasi oleh sesuatu yang dapat mengancam Bhinneka Tunggal Ika,”kata Anwar.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur dua periode tersebut juga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Sulbar dimanapun berada, sekaligus ucapan perpisahan kepada semuanya. Kepada seluruh warga jajaran pemerintahan dan warga Sulbar untuk menjaga keutuhan daerah, menjaga persatuan agar Sulbar semakin maju dan semakin baik kedepan setara dengan provinsi lain di Nusantara.
“Sulbar harus tetap aman , mau tanggal 2 atau tanggal 3 Sulbar harus tentram,”tandas Gubernur dua periode.

Apel Nusantara tersebut dilaksanakan secara serentak dengan tujuan menyikapi perkembangan situasi dan isu-isu sosial masyarakat Indonesia.
Kapolda Sulbar, Lukman Wahyu Harianto membcakan orasi Nusantara Bersatu, Indonsiaku Indonesia, Indoesia kita bersama dan dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ingat, kita ini bukan dari satu suku bangsa, bukan dari satu adat istiadat, bukan dari satu agama. Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi satu, demikian yang tertulis di negara kita,”ucap Lukman Wahyu (adv)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya