HTTP Status[404] Errno [0]

Camat Mandai Dipenjara

11 December 2016 23:08
Camat Mandai Dipenjara
Camat Mandai, Mahmud Usman (kanan) bersama tim Kejati
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Camat Mandai, Mahmud Usman (kanan) bersama tim Kejati

Camat Mandai, Mahmud Usman (kanan) bersama tim Kejati

BugisPos — Â Apapun alasan Camat Mandai, dia tetap saja harus dijebloskan ke penjara sebagai sekwensi adanya dua alat bukti di tangan penyidik Kejati Sulselbar dimana sang camat Mahmud Usman terlibat korupsi dana pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Dengan alat bukti itu, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang bertepatan dengan pada peringatan Hari Anti Korupsi ini, melakukan penahanan terhadap Camat Mandai, Kabupaten Maros, Machmud Usman yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin.

“Atas segala pertimbangan dengan memperhatikan alasan subjektif dan objektifnya perkara ini, maka tersangka langsung kita lakukan penahanan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin di Makassar, Jumat 9/12/16

Penahanan dilakukan setelah tersangka menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 Wita. Tersangka dalam pemeriksaan itu tetap didampingi pengacaranya.

Salahuddin menyebutkan alah satu yang ditanyakan penyidik itu yakni terkait kesaksian Camat Mandai atas tersangka lainnya seperti Kepala Dusun Mandai, Rasyid dan Siti Rabiah.

“Kemarin rencana yang bersangkutan sudah kita mau periksa dalam kapasitas tersangka, tapi yang bersangkutan meminta untuk didampingi oleh pengacaranya,” katanya.

Tersangka, lanjut Salahuddin, awalnya diagendakan akan diperiksa pada Kamis (8/12), namun karena ingin didampingi kuasa hukumnya, meminta agar pemeriksaan terhadap dirinya dilakukan pada keesokan harinya.

Menurut dia penyidik tidak ingin berlama-lama dalam memproses kasus ini. Penyidik pun tetap melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, walaupun dirinya tak didampingi oleh seorang pengacara.

Selain Camat Mandai, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap kepala Dusun Bado-bado, Rasyid secara maraton.

“Setelah beberapa jam tersangka menjalani pemeriksaan, akhirnya tim poenyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap kedua tersangka guna kepentingan penyidikan,” jelasnya.

Sementara tersangka, yang sempat ditemui mengatakan, bila dirinya dalam pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin mengaku tidak terlibat langsung dalam pengurusan lahan tersebut, apalagi sampai menerima uang dari warga yang dibebaskan lahannya.

“Saya hanya membantu masyarakat dalam mempertemukan pemilik lahan dengan tim pembebasan. Itupun warga sendiri yang datang kepada saya untuk meminta tolong, agar dibantu untuk difasilitasi bertemu dengan tim pembebasan lahan saat itu,” ujarnya.

Dia juga mengungkap, tidak semua warga pemilik lahan minta dibantu melalui dirinya, namun kebanyakan warga yang mengurus pembebasan lahannya melalui kepala dusun. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya