HTTP Status[404] Errno [0]

Polri-Nelayan Rayakan HUT Polairud ke-66 Tahun

11 December 2016 00:23
Polri-Nelayan Rayakan HUT Polairud ke-66 Tahun
Ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos —Â Wilayah laut Sulbar rentan akan beragam tindak kriminal, sebab berada di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan jalur internasional.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Lukman Wahyu Haryanto menegaskan perlunya peningkatan pengawasan pesisir Sulbar yang memanjang dari Kabupaten Polewali Mandar ke Kabupaten Mamuju Utara.
Ini disampaikan pada upacara peringatan HUT Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara (Polairud) ke-66 tahun di Anjungan Pantai Manakarra, Kamis 1 Desember 2016
“Salah satunya adalah kejahatan peredaran narkoba, ini perlu kita waspadai,” ungkap Lukman usai memimpin upacara tersebut.
Membacakan amanah Kapolri, Kapolda Sulbar menyampaikan, 66 tahun terbentuknya Polairud telah mampu menjalankan fungsi dan perannya.
Disebutkan, penegakan hukum sejumlah kasus tahun 2016, terdapat 359 kasus illegal fishing, 77 kasus penyelundupan, dan kasus penenggelaman kapal ikan asing sebanyak 21 kapal. “Ini merupakan langkah nyata mendukung program pembangunan pemerintah”, tuturnya.
Lukman mengemukakan, panjang lautan di Sulbar mencapai 677 Km, menjadi tantangan adalah harus bisa mengamankan poros maritim dengan segala keterbatasan.
“Sarana kita masih kurang. Kita juga masih minta ke pusat permintaan kapal C1, C2, dan C3. Karena itu, kita bekerja sama dengan nelayan dan perikanan untuk melakukan pengamanan di wilayah perairan Sulbar”, Ujar Lukman.
Menurutnya, tindak kejahatan di perairan Sulbar, seperti Illegal Fishing dan peredaran narkoba disebabkan pengaruh dari luar daerah yang masuk di pelabuhan transit (adv)

Sumber : Radar Sulbar


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya