HTTP Status[404] Errno [0]

Ahok Janganko Bawa-bawa Suku Bugis di Persidangan

13 December 2016 23:45
Ahok Janganko Bawa-bawa Suku Bugis di Persidangan
Arqam Azikin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Persidangan perdana dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memunculkan nama keluarga besar Andi Baso Amir. Dalam persidangan yang berlangsung Selasa (13/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu, Ahok menangis saat membacakan nota keberatannya.
Anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sirra Prayuna mengatakan kliennya sangat sedih dan itu adalah sikap batinnya mengingat kultur yang selama ini membesarkannya. Ahok menceritakan dia adalah bagian keluarga besar Andi Baso Amir dan sudah diangkat sebagai anak oleh keluarga yang asal Sulawesi Selatan itu. Andi Baso Amir adalah sosok terpandang masyarakat Sulsel, mantan Bupati Bone dan merupakan adik dari almarhum Jenderal M Jusuf.

Berbagai reaksi pun muncul dengan suasana sidang yang diwarnai air mata Ahok. Analis Komunikasi Politik dan Kebangsaan yang juga dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin mengatakan, sebagai terdakwa kasus penistaan agama, Ahok tidak perlu menyebut-nyebut suku Bugis dalam persidangannya.

“Tak ada hubungan yang substansial antara suku Bugis dan status terdakwanya Ahok. Hubungan personal Ahok dengan siapapun warga Bugis, tidak perlu menjadi sampel dalam proses pembelaannya di Pengadilan. Itu tidak relevan,” kata Arqam kepada Republika.co.id, Selasa (13/12).

Di mata alumnus Komunikasi Universitas Hasanudin ini, Ahok mengungkit masa lalunya yang menjadi anak angkat keluarga Muslim dan Sulawesi Selatan untuk meyakinkan hakim, jaksa dan publik bahwa dia tidak mungkin bersalah karena melalukan penistaan agama. Ahok justru menyalahkan orang-orang yang mempermasalahkan ucapannya tentang Surah Al Maidah 51.

Arqam menengaskan, silakan saja Ahok membela dirinya di pegadilan. Namun dia meminta jangan lagi membawa-bawa Suku Bugis dalam kalimat-kalimat di depan pengadilan.

“Ahok konsentrasi saja pertanggungjawabkan secara personal dan tidak perlu sebut-sebut etnik manapun. Sebab itu justru menimbulkan distorsi dan bisa menjadi imej negatif bagi warga Bugis di mana pun,” katanya.

Akan Dopisikan Lagi

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman akan melaporkan kembali Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke polisi. Habiburokhman kembali ingin mempolisikan Ahok karena dalam nota keberatan atau eksepsi di persidangan membawa ayat suci Alquran.

“Diduga mengulangi tindakan pidana. Dengan mengatakan ada ayat yang digunakan untuk memecah belah rakyat. Padahal di situlah masalahnya. Ayat Alquran dibilang dibohongi, kita enggak terima apalagi dibilang untuk memecah rakyat,” kata Habiburokhman di depan Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Selasa (13/12).

Oleh sebab itu, Habiburokhman akan melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri. Rencananya, laporan resmi akan dilakukan besok, Rabu (14/12).

“Besok saya akan ke Bareskrim untuk laporkan Ahok lagi, dia omong itu di persidangan kan,” katanya

Dalam sidang perdana kasus penistaan agama di bekas PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Ahok langsung membacakan nota pembelaan. Ahok menjelaskan, bahwa surah Al Maidah sering dipakai dalam politik. Dia menegaskan, tidak ada niat sama sekali untuk menistakan agama.

“Selama karir politik saya dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai mengikuti Pemilu, kampanye pemilihan Bupati, bahkan sampai Gubernur, ada ayat yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat, dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasaan oleh oknum yang kerasukan ‘roh kolonialisme’,” kata Ahok (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya