HTTP Status[404] Errno [0]

Dachyar dan Juliani Divonis Bebas Mahkamah Agung

15 December 2016 00:13
Dachyar dan Juliani Divonis Bebas Mahkamah Agung
Ir.Hj.Juliani Jafar,MM dan Ir.Dachyar Hursani,MT
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Ir.Hj.Juliani Jafar,MM dan Ir.Dachyar Hursani,MT

Ir.Hj.Juliani Jafar,MM dan Ir.Dachyar Hursani,MT

BugisPos – Ir.Dahyar Hursani,MT bersama Ir.Hj.Juliani Jafar,MM keduanya mantan pejabat di Dinas PU kota Makassar yang terbelit kasus dengan tuduhan korupsi pembangunan pompa air bersih di pulau Barranglompo, akhirnya oleh Mahkamah Agung (MA) keduanya dibebaskan dari segala tuntutan hukum karena keduanya ternyata tidak bersalah.

Putusan MA tertanggal 23 Pebruari 2016 nomor 730 KK/Pid. Sus/2015 menyatakan, melepaskan Juliani Jafar dan Dachyar Hursani dari segala tuntutan hukum, serta memulihkan hak keduanya dalam kemampuan kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Sebelumnya, Dachyar dan Juliani divonis 1 tahun penjara oleh PN Makassar, kemudian keduanya naik banding ke Pengadilan Tinggi (PT) dimana Pengadilan Tinggi tetap menghukum keduanya dengan masing-masing 1 tahun penjara.

Tetapi kemudian Mahkamah Agung berpendapat lain dari kedua pengadilan di bawahnya tersebut, dengan menyatakan bahwa Dachyar dan Juliani tidak bersalah. Menurut Mahkamah Agung, keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum di PN Makassar, akan tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Salah satu klausa pertimbangan Mahkamah Agung, bahwa tuduhan merugikan negara dimana perhitungan kerugian negara yang dituduhkan dihitung oleh BPKP. Padahal menurut Mahkamah Agung BPKP tidak punya kewenangan menghitung kerugian negara. Yang berwenang secara hukum menghitung kerugian negara adalah BPK.

Selain itu, apa yang dituduhkan kepada Dachyar dan Juliani yang menyebutkan bahwa alat pompa air bersih yang diadakan Dinas PU Makassar tidak berfungsi, hal itu ternyata tidak benar sebab setelah tim dari PU dan Kejari Makassar mengecek langsung ke Barranglompo, ternyata mesin pompa senilai Rp1,2 miliar itu berfungsi dan dapat mengalirkan air bersih ke rumah-rumah penduduk.

Awal dari munculnya kasus ini, bermula dari laporan sebuah LSM ke Kejari Makassar, yang menyebutkan pompa air bersih tersebut tidak berfungsi. Tetapi setelah tim Dinas PU dan Kejaksaan melakukan pengecekan di lokasi, ternyata loporan itu tak benar, sebab pompa air bersih dimaksud tetap berfungsi sesuai peruntukannya. Yang heran memang ialah mengapa pihak Kejari tetap saja mengajukan hal ini ke meja hijau. Dan ternyata Mahkamah Agung dapat menegakkan keadilan dengan memutus bebas tak bersalah atas diri Dachyar dan Juliani Jafar. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya