HTTP Status[404] Errno [0]

Bos Mie Titi Terancam Pidana dan Usaha Tutup

16 December 2016 01:36
Bos Mie Titi Terancam Pidana dan Usaha Tutup
Massa Pemuda Pancasila aksi demo di depan Mie Titi Jl.Boulevard Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Massa Pemuda Pancasila aksi demo di depan Mie Titi Jl.Boulevard Makassar

Massa Pemuda Pancasila aksi demo di depan Mie Titi Jl.Boulevard Makassar

BugisPos – Insiden Mie Titi cabang Jl.Boulevard Panakkukang yang bikin heboh warga Makassar, tampaknya berbuntut panjang. Pengelola rumah makan khas Mie Titi ini terancam hukuman pidana, dan tempat usahanya terancam ditutup sesuai regulasi aturan yang ada.

Hal ini terungkap saat tempat ini disidak Selasa 13/12/2016 oleh Satgas Bidang Perdagangan dan Bidang Perlindungan Konsumen, Disperindag Kota Makassar.

Sidak dilakukan sebagai respon atas laporan mesyarakat sebelumnya yang menemukan ulat hidup pada sajian sambal mie kering Mie Titi Boulevard Panakkukang tersebut. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar, Muhammad Fadli mengatakan, dalam sidak dilakukan pemeriksaan sarana usaha Mie Titi dalam memproduksi atau mengolah mie kering menyangkut bahan yang digunakan, jumlah tenaga kerja dan kelayakan tempat usahanya demi memberikan rasa aman terhadap konsumen.

“Dinas Perindag langsung melihat langsung kondisi di lapangan dalam hal kewenangan rekomendasi teknis penerbitan izin usaha melakukan tindakan cepat terkait dalam hal memberikan kepastian dan rasa aman dalam hal perlindungan konsumen,” kata Fadli kepada wartawan.

Terkait soal peninjauan kembali izin usaha bahkan sampai penutupan, kata Fadli, menunggu koordinasi dan rekomendasi dari stakeholder terkait.

“Kita tunggu yang mempunyai peranan secara langsung (menutup) dalam hal ini seperti Dinas Kesehatan, Balai POM, dan Badan Lingkungan Hidup,” kata Fadli.

Ditambahkan, apabila hasil investigasi ditemukan ada unsur kelalaian dalam hal perlindungan konsumen bukan hanya penutupan, tapi sanksi pidana. “Malahan bisa kita tuntut pidana sesuai dengan UU No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” tegasnya.

Didemo Ormas

Terjait ulat yang muncul pada hidangan Mie Titi ini, sekitar 30 orang angota ormas PEMUDA PANCASILA melakukan aksi pada pukul 14:00 Â (13/12/16). Mereka menuntut rumah makan Mie Titi agar lebih memperhatikan kehigienisannya. Pada aksi ini sempat terjadi aksi dorong dorongan oleh kelompok pemuda pancasila yang membuat pegawai Mie Titi merasa kaget atas kejadian itu

Kuasa hukum Mie Titi, Â Aiz Amin, membenarkan adanya penemuan ulat (belatung) tersebut, ibu Aiz Amin mengatakan, bagi perusahaan hal ini tidak apa apa, ini menjadi koreksi untuk kemajuan dan pengembangan usaha ini. Kuasa hukum Mie Titi membenarkan kalau usaha ini belum memiliki sertifikat layak ijin sesui surat edaran dari wali kota bahwa setiap rumah makan yang ada di Makassar harus mengantongi sertifikat layak ijin

Aiz justeri menyatakan rasa bangga karna ada teman-teman aksi datang mengingatkan bahwa hal ini penting, ini menjadi koreksi yang luar biasa dan sebagai pembelajaran tapi kejadian ini tidak mengurangi pelanggang yang datang ujar ibu Aiz Amin.

Ini menjadi kejadian pertama yang dialami rumah makan Mie Titi, pihak Mie Titi berjanji akan mengurus sertifikat layak ijin dan siap menerima koreksi dari pelanggan, ormas Pemuda Pancasila berjanji akan datang kembali jika tuntutan mereka tidak diindahkan. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya