HTTP Status[404] Errno [0]

Karyawan Muslim Jangan Dipaksa Pakai Atribut Natal

19 December 2016 23:10
Karyawan Muslim Jangan Dipaksa Pakai Atribut Natal
illustrasi karyawan muslim pakai atribut natal
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
illustrasi karyawan muslim pakai atribut natal

illustrasi karyawan muslim pakai atribut natal

BugisPos – Memang tak selayaknya sebuah perusahaan yang memaksa karkayawannya yang beragama Islam menggunakan atribut Natal. Bila ini terjadi maka perusahaan yang bersangkutan dapat disebut sebagai pihak yang tak menghormati agama yang dianut seseorang, juga dapat disebut intoleran dalam kehidupan beragama.

Sekaitan hal itu, Walikota Makassar Danny Pomanto mengeluarkan surat edaran yang menyampaikan ke pihak perusahaan di Makassar agar tidak diwajibkan karyawan muslim menggunakan atribut Natal.

Menurut Danny, pihaknya tidak melarang peringatan tahun baru apalagi Natal. Namun yang dilarang hanyalah penggunaan atribut Natal oleh warga yang beragama Islam. Apalagi adanya unsur pemaksaan dari perusahaan.

“Hari Senin ini kita keluarkan surat larangan pemakaian atribut Natal untuk muslim ke semua pihak. Jadi kalau saudara-saudara kita yang nasrani silahkan,” kata Danny Pomanto.

Ia menjelaskan, sejak November 2016 lalu, pihaknya sudah menyampaikan secara lisan kepada pimpinan perusahaan agar tidak mewajibkan karyawan muslim menggunakan atribut Natal. Jika ia menemukan perusahaan mengindahkan permintaannya, pihakya tak segan memberi sanksi tergas kepada perusahaan tersebut.

“Pasti ada sanksi. Semua himbauan itu punya konsekuensi kalau dilanggar. Saksinya seperti pencabutan izin dan banyak hal, tapi kita coba dengan pendekatan persuasif dulu. Ingat jangan sepelekan surat ini,” tegas Danny.

Selain itu, Danny berharap, masyarakat Kota Makassar bisa menjaga kerukunan beragama, terutama dalam pelaksanaan ibadah, baik dari masyarakat yang beragama muslim maupun non-muslim.

“Kita sebenarnya harus mengawal saudara-saudara umat Nasrani supaya bisa beribadah dengan damai. Karena kita mayoritas, kita harus menjaga teman-teman yang beribadah menurut agamanya masing-masing,” demikan Danny.

Isi Surat Edaran

Surat edaran dengan nomor surat 450/2607/Kesra/XII/2016 yang ditujukan kepada para pimpinan perusahaan, mall, supermarket, mini market se- Kota Makassar dan PHRI Kota Makassar  tertanggal 19 Desember 2016.

“Jadi larangan itu, karena ada pemaksaan bagi karyawan muslim untuk memakai atribut Natal. Kalau teman-teman kita yang kristen, silahkan,” kata Danny Pomanto di Hotel Gammara, Senin (19/12/2016) Padahal, kata dia, Makassar ini merupakan kota tanpa diskriminasi. Sehingga tidak diperbolehkan melakukan pemaksaan.

“Islam silahkan melaksanakan ajarannya sesuai ajaran islam. Kristen silahkan, nah toleransi seperti itu. Bukan toleransi misalnya yang kristen dipaksa untuk memakai jilbab,” ucap Danny.

Ia mengungkapkan surat edaran ini dikeluarkan atas keluhan masyarakat dan masukan dari beberapa pihak tentang pemaksaan karyawan. Selain itu, ini juga merupakan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia. Adapun perusahaan yang mengindahkan larangan ini, akan diberikan sanksi yang tegas. “Banyak sanksi-sanksi, seperti misalnya cabut izin,” tegas Danny.

Surat edaran dari Pemerintah Kota Makassar itu terdiri atas 2 point. Di antaranya mengimbau seluruh masyarakat Makassar untuk menjaga ketentraman dan ketertiban perayaan Natal. Dan mengimbau agar tidak memaksakan para karyawan muslim untuk menggunakan atribut Natal. Edaran ini ditembuskan kepada Kapolres Kota Makassar, Dandim 1408, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, dan Kepala Kantor Kesbang Kota Makassar (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya