HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Mantan Lurah Karunrung Dilapor ke Kejari

01 January 2017 04:27
Matemija, Mantan Lurah Karunrung Dilapor ke Kejari
Walikota Danny Pomanto

BugisPos – Mantan Lurah Karunrung kecamatan Rappocini yang beberapa hari terakhir berkicau ramai di medsos mengkritisi pihak Pemkot Makassar lantaran kecewa dilengser dari jabatannya sebagai Lurah Karunrung, ternyata berbuntut panjang.

Mantan Lurah Rappocini, Hidayat Jonas Manggis, ternyata memang dilengser karena selama ini telah melakukan penyimpangan dari aturan yang berlaku, yakni mempersewakan lahan fasum untuk bisnis cuci motor bagi kepentingan pribadinya. Padahal di saat yang sama Pemkot Makassar sedang gencar-gencarnya membangun kepercayaan kepada masyarakat tentang pemerintahan bersih yang bebas dari korupsi dan pungli.

Terkait hal itulah Walikota Makassar Danny Pomanto melaporkan Hidayat Manggis ke Kejaksaan Negeri Makassar. Â Itu terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang saat masih menjabat sebagai Lurah Karunrung.

“Saya sudah lapor ke Pak Kajari Makassar, Deddy,” ungkap Danny Pomanto seperti dikutip Liputanutama.com usai menggelar zikir bersama di rumah jabatannya, Jl. Penghibur, Sabtu malam 31/12/2016.

Danny menjelaskan bahwa dilaporkannya Hidayat lantaran saat masih menjabat sebagai lurah, ada indikasi telah menyewakan beberapa fasum (fasilitas umum) di wilayahnya.

“Yang puncaknya saya marah adalah meminta uang kepada orang yang meninggal,” tutur Danny bernada jengkel.

Danny menyebutkan hal itu dilakukan di beberapa tempat seperti ketika menjabat Lurah Labuang Baji dan Gunung Sari. Bahkan pasum yang dipersewakan di wilayah Labuang Baji masih dia dekolah hingga sekarang,

“Dia ini memang sering menyewakan fasum di beberapa tempat waktu menjabat lurah,” ucap Danny.

Camat Rappocini Hamri Haiyya dikonfirmasi BugisPos tadi malam mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan pendataan tentang lokasi pasum yang dijadikan tempat cuci motor yang bukan hanya di Karunrung tetapi juga Labuang Baji. Sebagai camat adalah wajib menyampaikannya ke walikota.

Terhadap kicauan Hidayat di akun fb nya, anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Mesak Raymond Rantepadang menyatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bisa menerima hasil evaluasi kinerja merupakan aparat yang tidak bisa mengemban amanah dengan baik. Mesakh mengemukakan bahwa aparatur seharusnya siap mengemban amanah apabila ditempatkan pada posisi mana saja karena itu merupakan konsekuensi dari jabatan yang harus diterima dengan lapang dada.

“Sebagai Aparat itu harus senantiasa siap melepaskan amanah yang diberikan, itulah konsekuensinya,” ujar Mesakh kepada Liputanutama.com

Namun Hidayat menaggapi melalui akub fb nya, begini :

Pintar semua mi bicara anggotaeee,…. Siapakah yang berkicau menebar kebencian…. Saya punya unek mau dengar mau lihat hak saudara,… Jangan dibatasi orang punya hak bicara ttg perasaannya… Asal tidak yg terlampau batas sampai pada rongga pribadinya,…. Sudah kita mau menciptakan kebajikan kalau kita mau mengelompokkan diri kita pada kelompok yang salah … Saya pikir semua orang udah tau, saatnyalah kejelekan itu dapat diungkap bila kita pada situasi yg dirugikan akibat Tampa indikator yg jelas,…. Jangan sebutkan suatu aib negatif yg tidak sesuai fakta sebab itulah yg melandasi orang berfikir ttg untuk menguji dan mengukurnya,… Jangan sampai satu sisi sudah merugikan orang sekaligus membohongi masyarakat secara luas bahwa 32 lurah berkinerja buruk, SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA LAGI…. Kasihan itu masyarakat, cari sinonim yg enak didengar, atau kata kata yg bijak untuk menghadapi suatu perobahan anggota… Lebih baik bapak berhenti, saya ganti bapak jadi wakil rakyat…#macca#

Hidayat yang dikonfirmasi via telepon terkait laporan Walikota ke Kejari, Minggu pagi 1/1/17 jam 08.00 wita, telepon sellulernya tidak diangkat (darna)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya