HTTP Status[404] Errno [0]

Eroinjako ! Hotel Myko dan Tangga Parkiran MP Dibongkar

03 January 2017 00:44
Eroinjako ! Hotel Myko dan Tangga Parkiran MP Dibongkar
Bagian depan hotel Myko di Jl.Boulevard Makassar dibongkar karena melanggar garis sempadan, Selasa 3/1/17 dipimpin langsung Kadis DTRB Ir.Achmad Kafrawi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Bagian depan hotel Myko di Jl.Boulevard Makassar dibongkar karena melanggar garis sempadan, Selasa 3/1/17 dipimpin langsung Kadis DTRB Ir.Achmad Kafrawi

Bagian depan hotel Myko di Jl.Boulevard Makassar dibongkar karena melanggar garis sempadan, Selasa 3/1/17 dipimpin langsung Kadis DTRB Ir.Achmad Kafrawi

BugisPos – Menjelang siang pada Selasa 3/1/17 seputaran Jl.Boulevard dan Jl.Adiyaksa Baru tiba-tiba jadi tontonan gratis dari warga setempat, ditambah 80 personil DTRB dan Pol PP plus aparat kepolisian.

Ternyata hotel Myko di Jl.Boulevard Makassar, dan tempat parkir mobil bertingkat di Jl.Adyaksa Baru di halaman belakang kompleks Mall Panakkukang (MP), dibongkar paksa oleh pihak Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Makassar dibantu personil Satpol PP plus aparat kepolisian.

Ir.Achmad Kafrawi didampingi Kabid Pengawasan Sulyadi Perdana Putra

Kadis DTRB Ir.Achmad Kafrawi yang memimpin langsung pembongkaran didampingi Kabid Pengawasan DTRB Sulyadi Perdana Putra Supomo Guntur, yang menurunkan personil jelang jam 11.00 wita, langsung membongkar bagian depan bangunan yang letaknya nyata melanggar garis sempadan dan menutup jalur pedestarian yang merupakan hak publik.

Sedang tempat parkir bertingkat di saat yang sama, tangga naiknya dirobohkan pakai buldoser karena tangga tersebut juga berada di atas pedestarian.

Achmad Kafrawi kepada BugisPos menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Perda Tata Ruang dan Bangunan, dimana jarak bangunan dari badan jalan harus minimal 7 meter.

Meskipun kedua manajemen perusahaan ini telah disurati namun terkesan mengulur-ulur waktu bahkan terkesan membandel. Mereka berjanji akan membongkar sendiri tetapi kemudian ternyata hanya janji-belaka.

Dengan kondisi seperti ini akhirnya Walikota Makassar Danny Pomanto memerintahkan Kadis DTRB segera melakukan pembongkaran paksa sesuai aturan yang berlaku.

Walikota bertegas bahwa pelanggaran ini tidak boleh dibiarkan dan tidak boleh pilih kasih. Siapapun yang melanggar aturan tata bangunan maka harus ditindak.

Selama bembongkaran berlangsung di dua lokasi, pihak manajemen perusahaan sebagian terlihat sibuk saling bisik entah apa yang dibicarakan. Bahkan salah seorang yang mengaku karyawan perusahaan kepada BugisPos mengatakan pihaknya akan segera menemui Walikota dan Kadis DTRB pada hari Rabu.

Namun demikian, kata Achmad Kafrawi, buat apa lagi menemuinya kalau bangunannya sudah dirobohkan. Achmad hanya minta pihak manajemen mematuhi aturan dan jangan pernah mencoba-coba kembali membangun di atas areal pedestarian.

Achmad yang populer di masyarakat Makassar sebagai pejabat yang doyan menolak uang suap ini menegaskan, dirinya tak akan segan-segan pula membongkar sejumlah bangunan lainnya yang sudah ketahun melanggar garis sempadan ataupun volume bangunan.

Seorang pengusaha besar di Makassar kepada BugisPos mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian ini. Dia himbau manajemen Myko dan MP agar mematuhi aturan bila ingin bisninya berjalan baik dan tak menimbulkan masalah. Kata dia, pengusaha mestinya menaati aturan dan membantu pemerintah dalam penegakan aturan. Jangan justeru selalu mencari-cari cela demi keuntungan bisnis dengan cara-cara melabrak aturan yang berlaku.

“Kita harusnya taati aturan dan hargai pemerintah selaku institusi yang mengatur kita semua pengusaha. Jangan biasakan menjadi pebisnis nakal” tegasnya. darna


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya