HTTP Status[404] Errno [0]

Bos Hotel Myko Asyik-asyik Saja Hotelnya Dibongkar

04 January 2017 06:46
Bos Hotel Myko Asyik-asyik Saja Hotelnya Dibongkar
Hotel Myko saat dibongkar Selasa 3/1/2017
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Pembongkaran tangga parkir bertingkat di Mall Panakkukang (MP)  Makassar pada Selasa 3/1/17 memang cukup mengejutkan publik di kota ini. Ir.Achamd Kafrawi Kadis DTRB Makassar tiba-tiba muncul membawa pasukan 80 orang dilengkapi dengan buldoser membongkar paksa tangga parkiran yang terletak di sisi Jl.Adyaksa Baru ini. Selain itu di waktu yang sama Hotel Myko pun kena batunya. Bagian hotel yang mengangkangi pedestarian jalan pun dibongkar paksa.

Namun hingga dua hari parca pembongkaran, ternyata sisa-sisa bangunan hanya dicueki saja pihak pemilik. Mereka terkesan membiarkan seolah menjadi tanda mereka komplain. Bahkan staf hotel yang dukonfirmasi BugisPos via telepon menyebutkan bila pimpinannya sedang ke Jakarta. Pimpinan Hotel Myko seolah asyik-asyik saja meski hotelnya diruntuhkan.

Terkait peristiwa ini, DPRD Kota Makassar menyatakan mendukung langkah DTRB Makassar melakukan pembongkaran paksa tangga parkiran MP dan bangunan Hotel Myko Panakkukang, Senin (2/01/2017).

Pembongkaran ini dinilai melanggar rolling jalan atau sempadan jalan yang diatur dalam Perda. Sebelumnya, DTRB Makassar sudah beberapa kali menyurati manajamen Hotel Miyko. Namun, karena bos hotel dianggap membandel terhadap aturan maka tindakan paksa harus dilaksanakan.

“Kita selalu mendukung Pemkot dalam menjalankan Perda. Kita apresiasi langkah tegas yang dilakukan oleh DTRB. Apalagi sudah jelas Ramp parkiran Hotel Myko, Panakkukang melanggar,”ujar Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang

Selain itu, Mesakh juga meminta agar para pengusaha intens melakukan koordinasi kepada dinas terkait seperti DTRB dan Dishub Kota makassar sebelum mendirikan bangunan.

“Jangan asal bangun, lalu melanggar dan akhirnya di bongkar. Harusnya sebelum membangun, mereka (pengusaha) koordinasi dulu dengan pihak pemkot,” tambahnya.

Kepada pihak DTRD sebagai eksekutor, Mesakh berharap, sebaiknya pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait lainnya seperti dinas perhubungan, agar tidak ada kesan tebang pilih dalam penegakan aturan.

Untuk itu, Mesakh meminta, agar Pemkot Makassar secepatnya mengevaluasi bangunan lain yang juga terindikasi melanggar aturan.

“Supaya kesannya tidak ada ’86’ dalam membongkar bangunan. Kalau sudah koordinasi tapi tetap bandel, ya bongkar,” tegasnya (petta)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya