HTTP Status[404] Errno [0]

Aneh, Pihak Hotel Myko dan MP Berkelit

06 January 2017 00:37
Aneh, Pihak Hotel Myko dan MP Berkelit
Staf manajemen hotel Myko dan MP Makassar mereka mewakili pimpinan masing-masing
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Staf manajemen hotel Myko dan MP Makassar mereka mewakili pimpinan masing-masing

Staf manajemen hotel Myko dan MP Makassar mereka mewakili pimpinan masing-masing

BugisPos – Manajemen Hotel Myko bersama manajemen Mall Panakkukang (MP) Jl.Boulevard Makassar, Kamis 5/1/17 menggelar jumpa pers di MP. Cuma disayangkan sebab ditengarai bukan pimpinan pengambil keputusan yang muncul melainkan hanya diwakilkan kepada Giok Lie (Hotel Myko) dan Haomi (MP).

Giok Lie coba melakukan klarifikasi ke media, katanya, yang dibongkar Dinas Ruang dan Bangunan (DTRB) pada Selasa 3/1/17 hanya tangga fasilitas parkir MP yang ada di sisi jalan Adyaksa Baru, sedang di hotel Myko tak ada yang dibongkar.

“Kami juga telah memenuhi beberapa persyaratan mulai dari izin amdal, izin bangunan , lahan parkir dan lain lainnya kita sudah kantongi dan kami tidak mungkin bisa membangun hingga saat ini jika kami tidak melengkapi semua izin tersebut” kata Gio Lie yang dibenarkan Haomi

Fakta Lapangan

Wartawan BugisPos yang menyaksikan langsung proses pembongkaran di dua tempat ini melaporkan, bahwa proses pembongkaran dimulai sekitar jam 11.30 wita secara bersamaan. Tangga parkir MP yang melanggar garis sempadan dan menutup pedestarian jalan, dibudoser hingga tak bisa dugunakan. Alasan MP atas bahwa tangga ini hanya sementara saja tetapi Ir.Ahmad Kafrawi mengatakan kepada BugisPos bahwa pihaknya tak percaya tangga ini hanya sementara sebab sudah dibuat dari cor beton yang kuat dan terlihat permanen. Padahal harusnya MP membuat tangga parkir di sebelah barat sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pengakuan pihak Hotel Myko bahwa di hotelnya tak ada pembongkaran, kata Kadis DTRB hal itu adalah pembohongan publik dan memutablaikkan fakta.

“Bagaiamana mungkin tak ada pembomgkaran sementara sejumlah wartawan dan masyarakat setempat menyaksikannya. Foto-foto proses pembongkarannya juga beredar di media dan medsos” tegas Achmad Kafrawi.

Seperti disaksikan Wartawan BugisPos saat pembongkaran, ada sekitar 80 personil DTRB dan Satpol PP turun membongkar bangunan yang sementara dikerjakan di depan gedung utama hotel. Tambahan bagunan ini termasuk pagar tembok di depan hotel bagi DTRB adalah pelanggaran. Sebab IMB yang diberikan oleh DTRB harus dalam jarak 7 meter antara tepi jalan dengan fisik bangunan. Jarak 7 meter ini adalah daerah pedestarian yang merupakan hak publik untuk digunakan pejalan kaki.

Tetapi kemudian pihak Hotel Myko membangun melebihi jarak larangan tersebut sebagai garis sempadan, namun pembangunan Hotel Myko mengabaiaknnya hingga DTRB melakukan tindakan tegas atas sepengtahuan Walikota Makassar Danny Pomanto.

Hidayat, tokoh pemuda di Panakkukang menyatakan sangat menyesalkan apa yang dilakukan MP dan hotel Myko, yang seharusnya tidak terjadi. Kedua perusahaan ini seharusnya jangan mencoba-coba mengelabui pemerintah dan rakyat, apalagi posisi kedua bangunan ini sangat kentara di mata publik. Misalnya hotel Myko yang memang sangat mencolok bangunannya melanggar roylend jalan. Begitu juga tangga parkir MP yang jelas-jelas dibangun di atas pedestarian jalan.

Kata Hidayat, memang Myko dan MP punya IMB bahkan mungkin juga amdal, tetapi harus dilihat apakah izin ini sesui dengan fisik bangunan yang dibuat. Nah, itu dia masalahnya, masalah yang aneh (ajs/petta)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya