HTTP Status[404] Errno [0]

Setelah Kadis Perindag Berganti, Baru Ketahuan ada Pabrik Kulit

09 January 2017 01:02
Setelah Kadis Perindag Berganti, Baru Ketahuan ada Pabrik Kulit
A.Yasir meninjau pabrik kulit milik Disperindag Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
A.Yasir meninjau pabrik kulit milik Disperindag Makassar

A.Yasir meninjau pabrik kulit milik Disperindag Makassar

BugisPos – Bahwa selama ini masyarakat Makassar nyaris tak mengetahui bila Dinas Perindag punya UPTD Kulit yang menanganani produksi kulit di Makassar. Ini fakta bahwa selama ini memang Disperindag Makassar sedang tidur pada satu sisi dan cuma sibuk dalam satu urusan, yakni urusan perizinan pada sisi lainnya.

Di Disperindag terdapat beberapa bidang, tetapi oleh seorang staf Disperindag mengungkap kepada BugisPos, bahwa yang selama ini terlihat bekerja yang bahkan super sibuk, hanyalaha bidang perizinan. Seolah-olah bahwa Disperindag hanya punya satu bidang yakni bidang perizinnan.

Dan sejak 29 Desember 2016 lalu Drs H Andi Muh Yasir M.Si dipercaya oleh Walikota Makassar menahkodai Dinas Perdagangan (Disdag). Setelah dilantik, Andi Yasir langsung bekerja cepat, di antaranya memetakan program-program yang ada untuk tahun 2017.

Di antara program yang akan digarap salah satunya adalah pemasaran kulit yang telah dikelola langsung selama ini oleh UPTD Kulit, yang terletak di Jl Tamangapa, Kelurahan Tamangapa, Manggala, Makassar

Olehnya itu, Kadis Perdagangan melakukan pertemuan dengan Kepala UPTD Kulit, Mukhlis bersama para stafnya dan Perwakilan Dekranasda Makassar, Adis, di Ruang Pertemuan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Jumat (6/1/2017) siang kemarin.

Kadis Perdagangan (Disdag) Makassar, mengatakan, segera mengupayakan membentuk regulasi baik berbentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Walikota (Perwali) agar dapat segera memasarkan kulit yang telah dikelola UPTD Kulit Tamangapa.

Dikatakan Ichwan yang baru menjabat 1 Minggu ini sebagai Kabid Industri ini mengakui, UPTD Kulit yang dibawah naungan Disperindag Makassar ini memang sudah memproduksi kurang lebih 5000 fit (lembar kulit) yang siap dipasarkan.

“Hanya saja Kulit yang telah diproduksi selama ini belum bisa dijual secara bebas, karena terkendala regulasi”, katanya.

Terkait hal regulasi yang menghambat pemasaran kulit ini, kata seorang pengamat di Makassar, regulasi itu sebenarnya harus segera diatur oleh Pemkot Makassar demi kelancaran pemasaran. Kalau pimpinan Disperindag cuma menunggu regulasi berjalan sendiri mana mungkin, sementara kita butuh tata aturan baru sebagai regulasi yang mendasari pemasaran kulit ini.

“Ini fakta Disperindag selama ini buntu” katanya (petta)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya