HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Kapolsek Jual 19 Mobil Curian

16 January 2017 01:57
Matemija, Kapolsek Jual 19 Mobil Curian
Ilustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Sudah cukup lama pihak kepolisian di negeri ini berupaya keras membangun citra yang di tengah masyarakat, bahkan sudah begitu banyak polisi yang dihukum karena melakukan kesalahan. Namun ternyata masih ada juga polisi yang bernyali melakukan pelanggaran hukum yakni menjual mobil curian.

Terkait hal ini, penyidik dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Sabtu (14/1) sore, memeriksa intensif seorang perwira madya polisi di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Km 16, Biringkanaya, Makassar.

Si perwira diperiksa terkait dugaan menjadi “penyalur” setidaknya 19 unit mobil curian. Mobil yang sebagian jenis multi porpuse vehicle (MPV) merek Totoya Kijang Innova.

Mobil jenis penumpang ini sebagian besar tak dilengkapi dokumen resmi. Mobil dijual kepada 5 oknum perwira, 7 bintara polisi, dan lima warga sipil di Luwu Timur.

Si oknum perwira berinsial, Har T. Pangkatnya ajun komisaris polisi (AKP). Polisi berpangkat tiga balok ini adalah oknum komandan polisi level kecamatan. Dia kapolsek di Burau, Luwu Timur, sekitar 503 km tenggara Makassar, ibu kota provinsi.

Polsek ini berada di ujung selatan lekukan terdalam Teluk Bone, atau sekitar 65 kilometer, sebelah barat Malili, ibu kota kabupaten Luwu Timur.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, dan Kapolres Luwu Timur  AKBP Parajohan Simanjuntak, Sabtu (14/1) siang, sudah mengkonfirmasikan kasus dan proses penyidikan kasus ini.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, sejak Kamis (12/1) lalu, sudah menerima laporan dugaan pemeriksaan kasus yang jadi bahan pembicaraan di Mapolda ini (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya