HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Ketua Waria Tunjuk-tunjuki Wakapolres Soppeng

20 January 2017 01:34
Matemija, Ketua Waria Tunjuk-tunjuki Wakapolres Soppeng
Ketua Waria Sulsel, Fitri Pabentengi menujuk-nunjuk ke Wakapolres Soppeng Kompol Catur di Lapangan Gaziz Soppeng
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Ketua Waria Sulsel, Fitri Pabentengi menujuk-nunjuk ke Wakapolres Soppeng Kompol Catur di Lapangan Gaziz Soppeng

Ketua Waria Sulsel, Fitri Pabentengi menujuk-nunjuk ke Wakapolres Soppeng Kompol Catur di Lapangan Gaziz Soppeng

BugisPos – Sebuah kegiatan insidentil yang melibatkan banyak orang, aturannya memang wajib mendapat izin keramaian dari kepolisian. Bila skalanya tingkat profinsi maka izin keramaiannya dikeluarkan oleh Direktorat Intel Polda.

Nah, ternyata Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Waria se-Sulsel ini tidak memiliki izin keramaian dari Polda Susel maka protapnya aparat kepolisian Soppeng dimana Porseni ini digelar, wajib membubarkannya, apalagi sebelumnya sejumlah tokoh Agama Soppeng telah menyatakan penolakan atas acara ini pada 16/1/17 di DPRD Soppeng.

Saat pembubaran kegiatan, sempat terjadi ketegangan antara pihak kepolisian dengan para Waria dengan beradu argumen. Fitri Pabentengi, ketua Waria Sulsel mengamuk saat kontingen waria melakukan parade tetapi dibubarkan oleh Wakapolres Soppeng Kompol Catur.

“Kami bukan binatang pak yang dibubarkan menggunakan kayu. Saya tetap melaksanakan acara ini walaupun saya jadi mayat,” tantangnya.

Sementara itu, Kapolres Soppeng Dodied Prasetyo Aji yang melihat kondisi mulai tegang langsung mengambil alih dan memanggil pihak penyelenggara acara.

“Saya mengimbau agar para waria tetap tenang dan saya juga berharap bisa menahan diri. Karena jika acara dilangsungkan tanpa izin, otomatis yang disalahkan adalah kami. Untuk itu, kita akan coba komunikasikan ke Polda dulu,” ujarnya

Porseni Waria ini memang mengundang pro kontra, lalu Kesbangpol Soppeng yang tak ingin bati bola di pihaknya lalu mengeluarkan rekomendasi sebagai rujukan untuk memperoleh izin keramaian. Juga sejumlah instansi lainnya memberi rekomendasi, namun pertandingan yang dilaksanakan seperti lomba busana haji, azan, dan MTQ dibatalkan. Karena dikhawatirkan berdampak pada pelanggaran norma agama.

“Sejumlah instansi sepakat memberikan rekomendasi, namun ada beberapa kegiatan yang tidak boleh dilaksanakan,” kata Arafah.

Namun kemudian sejumlah tokoh agama kabupaten Soppeng mendatangi Kantor DPRD Soppeng, Senin 16 Januari 2017 untuk menyampaikan aspirasi penolakan Porseni Waria se-Sulsel ini.

Tokoh agama yang tergabung Forum Umat Islam (FUI) Soppeng menolak kegiatan yang di laksanakan komunitas Waria Sulsel yakni Porseni Waria se Sulsel, berbagai aspirasi yang di sampaikan tokoh agama di depan anggota DPRD Soppeng beserta pejabat eksekutif.

Kiai Muda Sulaiman selaku Ketua Komite Penegakan Islam mengatakan menolak kegiatan  lantaran kegiatan tersebut dianggap menodai nilai-nilai agama, adat dan kesopanan.

“Kami menolak kegiatan yang di laksanakan waria lantaran menodai nilai-nilai agama, adat dan kesopanan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Waria/Bissu se-Sulsel, Fitri Pabentengi menyatakan pihaknnya tetap menghargai pendapat  para  tokoh Agama, akan tepi pihaknya minta diberi alasan yang kuat.

“Kami menghargai pendapat para tokoh Agama, jika kami ditolak tolong beri alasan yang kuat. Kami kan juga warga Indonesia, beragama Islam, sering salat dan berzikir, dan kami juga tidak melanggar UU yang berlaku,” tegasnya (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya