HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Bupati Tolak Pengukuhan Raja Toraja

21 January 2017 10:26
Matemija, Bupati Tolak Pengukuhan Raja Toraja
Nicodemus Biringkanae

BugisPos — Tentu bupati Tana Toraja punya alasan kuat bila pihaknya menolak pengukuhan Mustamin Londa sebagai Raja Toraja. Bahkan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae membantah dirinya memberi restu dan mendukung acara pengukuhan Raja Tana Toraja yang diklaim oleh Mustamin Londa.

Meski namanya tertera dalam surat undangan yang telah beredar luas itu, namun kata Nico, dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal acara tersebut.

“Saya sama sekali tidak tahu. Apalagi mau merekomendasikan. Tidak ada itu,” bantah Nicodemus saat dikonfirmasi Rakyatku.com.

Dikatakan Nico, kalau ada acara adat, tentunya pasti akan melalui mekanisme adat sang Torayan “Kalau ada yang seperti ini tentu Tongkonan Sassa akan gelar Kombongan Ada’ (musyawarah adat).”

Sementara itu, sikap tegas juga ditunjukkan oleh pengurus daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Toraya.

Dalam surat yang dilayangkan ke Bupati Tana Toraja per tanggal 20 Januari 2017, dengan tegas menolak klaim raja tersebut.

“Atas nama kearifan adat dan budaya Toraya, AMAN Toraya keberatan terhadap Mustamin Londa yang mengatasnamakan dirinya sebagai ketua pemangku adat Raja Tana Toraja To Matasak XIX,” tegas ketua BPH Romba’ Marannu Sombolinggi’.

Aman juga menegaskan jika Tongkonan Sassa’ tidak pernah memerintah secara kerajaan di wilayah Tana Toraja. Maka itu, AMAN memohon, bupati Tana Toraja untuk tidak menghadiri baik secara langsung maupun perwakilan di kegiatan tersebut.

“Bapak Bupati harus tegas, menyurati panitia untuk tidak melanjutkan acara tersebut. Ini pengkhianatan terhadap demokrasi dan otonomi pemerintahan adat yang sudah mengakar, tumbuh dan berkembang di Toraya,” timpal wakil ketua dewan AMAN Toraya, Erick Cristal Ranteallo.

Pengukuhan Mustamin Londa yang mengklaim dirinya sebagai Raja Tana Toraja dengan gelar To Matasak XIX rencanya akan dilaksanakan di Hotel Sahid, 1 Februari 2017 mendatang.

Hal ini kemudian memunculkan kemarahan dari berbagai masyarakat adat Toraja, karena menganggap acara itu melecehkan adat dan budaya Toraja (*)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya