HTTP Status[404] Errno [0]

Ayo Kita Cegah Upaya Disintegrasi Bangsa

23 January 2017 21:21
Ayo Kita Cegah Upaya Disintegrasi Bangsa
Kapolri bersama ketua Umum DPP Pekat IB
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Menyikapi kejadian-kejadian yang meresahkan di berbagai daerah khususnya berkenaan kegaduhan-kegaduhan terkait; Penistaan Agama, Penistaan Idiologi Bangsa, Penistaan Budaya, Hujat menghujat sesama insan, ormas, lsm dan lain sebagainya. Terkait hal tersebut Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu ( PEKAT IB ) H. Markoni Ko&o angkat bicara dalam upaya Mencegah Disintegrasi Bangsa dan upaya memecah belah bangsa kepada BugisPos melalui akun media sosial pribadinya beberapa waktu yang lalu dan sempat menjadi viral.

” Assalamualaikum, Wr, Wb. Salam Nusantara, sangat disayangkan telah terjadi di Jawa Barat, yaitu berkembangnya kon/ik antara FPI dan GMBI, hal ini dipicu laporan Sukmawati Soekarnoputri terhadap Habib Riziq yang diduga telah menghina Pancasila melalui orasinya di berbagai kesempatan “, pungkasnya

“Kon/ik tersebut ditengarai telah menyentuh ranah kon/ik horizontal, tindakan anarkisme telah terjadi pada kedua aset bangsa tersebut, pemukulan, pengeroyokan massa dan perusakan kantor sebagaimana terekspos diberbagai media baik online, cetak, medsos dan televisi “tukasnya.

” Kalangan mediapun terbelah menjadi pro-kontra, ini memperparah kon/ik tersebut, dari berbagai kejadian itu berkembang menjadi kubu-kubuan, antara ikut serta mendukung dan tidak, antara membenci dan tidak, Pekat Indonesia Bersatu sebagai perekat bangsa berdiri tegak

Di tengah, tidak memihak satu sama lainnya, FPI dan GMBI merupakan organisasi massa, dan merupakan aset bangsa yang harus dilindungi, kalaupun ada sesuatu terhadap personilnya negara kita adalah negara hukum, jadikan hukum sebagai panglima untuk melindungi RAKYAT

dari ke2dak adilan “, jelasnya.

” Lebih parah kondisi ini mulai diperkeruh dengan 8tnah-8tnah dan hasutan murahan oleh seseorang yang bernama “Yanuari Budi Jatmiko” (sudah kami laporkan ke mabes POLRI), Yanuari pada account medsosnya Facebook telah berani menulis beberapa ormas nasional dan religi

sebagai antek-antek “PKI”, sungguh hasutan 8cisan yang sangat keji, ini 2dak bisa dibiarkan dan harus diluruskan “, tambahnya.

Untuk itu Dewan Pimpinan Pusat Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu mengajak seluruh kader Pekat IB dimanapun di tanah air untuk merapatkan barisan, mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah bahaya disintegrasi bangsa, menentang bahkan memerangi upaya-upaya bangkitnya partai terlarang “PKI” serta paham komunisnya.

“Mari kita introspeksi diri, tahan ego, kendalikan emosi “, ajaknya penuh semangat.

” Sebagai organisasi Nasional sesuai namanya PEMBELA KESATUSAN TANAH AIR INDONESIA BERSATU begitupun visi dan misi Pekat Indonesia Bersatu yang siap menjaga dan memperjuangkan keutuhan NKRI, kita jangan terjebak ke ranah yang membawa kita berhadap-hadapan dengan sesama Saudara kita (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), baik langsung

maupun secara kelembagaan, Bangsa ini didirikan oleh pendahulu kita dengan darah dan air mata, kitalah yang harus menjaga bangsa ini dari ambang kehancuran, kita harus memberikan warisan ketenangan, ketentraman dan kemakmuran kepada anak cucu kita sebagai generasi

penerus bangsa, kita harus saling berdampingan satu sama lain untuk melawan upaya pihak asing yang sudah menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, bersosial, bergaul bersama dengan seluruh elemen masyarakat RAKYAT Indonesia “, arahannya.

“Musuh nyata kita saat ini adalah : Narkoba – Korupsi – komunisme – dan terorisme. Asing menginginkan kita saling menghancurkan, Asing ingin negeri kita ini tercerai-berai, kunci melawan semua itu adalah :

– Hukum Harus DITEGAKKAN SEADIL-ADILNYA,

– Rakyat harus BERSATU, BERSATU DAN BERSATU.

PEKAAAAAAAT!

JAYA

PEKAAAAAAAT!

INDONESIA

PEKAAAAAAAT!

BERSATU

(Ali)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya