HTTP Status[404] Errno [0]

Wakapolda Pertemuan Tertutup dengan Walikota, Ada Apa ya ?

23 January 2017 21:27
Wakapolda Pertemuan Tertutup dengan Walikota, Ada Apa ya ?
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Edy Pramono (kiri), Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kanan) dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi (kanan) melakukan pertemuan di Balai Kota Makassar, Senin (23/1). (ANTARA)
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Edy Pramono (kiri), Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kanan) dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi (kanan) melakukan pertemuan di Balai Kota Makassar, Senin (23/1). (ANTARA)

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Edy Pramono (kiri), Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (dua kanan) dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi (kanan) melakukan pertemuan di Balai Kota Makassar, Senin (23/1). (ANTARA)

BugisPos — Â Wakil Kepala Polisi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Gatot Edi Pramono mendadak menemui Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Balai Kota Makassar, Senin 23/1/17
Gatot didampingi Kepala Polres Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi datang saat rapat pemantapan Peraturan Wali Kota nomor 72 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setelah direvisi.

Meski kedatangannya tanpa agenda, namun kedua perwira ini diikutkan dalam rapat yang dihadiri Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, Sekertaris Daerah Ibrahim Saleh serta 15 Camat se Kota Makassar.

Pada kesempatan itu, Gatot juga memberikan masukan tentang pemilihan tersebut termasuk meminta bantuan Ketua RT dan RW nantinya bisa menangkal gerakan-gerakan radikal serta peredaran narkoba untuk dilaporkan segera kepada pihak kepolisian.

Kendati pertemuan tersebut selesai, namun pertemuan lanjutan secara tertutup dilakukan di ruang pribadi Wali Kota. Gator bersama Endi masuk beriringan setelah Danny Pomanto mempersilahkan masuk ke ruangannnya.

Hasil pembicaraan mereka tidak diketahui, namun kuat dugaan pembahasan tersebut terkait dengan kasus penyerangan Balai Kota Makassar pada 7 Agustus 2016 oleh beberapa oknum Polisi terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sehingga seorang anggota polisi satuan Sabhara Polda Sulsel bernama Bripda Michael Abraham tewas ditikam.

Penikam korban, Jusman (24) diketahui anggota Satpol PP Makassar tengah menjalani proses hukum duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Makassar. Dirinya hanyalah korban ketika harus membela diri dipukuli saat penyerangan itu terjadi.

Dia didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara, subsider pasal 354 ayat 2 KUHPidana tentang Penganiyaan Berat dengan ancaman 10 tahun penjara serta 351 ayat 3 KUHPidana ancaman tujuh tahun penjara.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam lebih. Wakapolda saat keluar ruangan langsung meninggalkan balai kota diantar Wali Kota hingga di lantai dasar, meski wartawan mengikutinya dari belakang. Gatot enggan berkomenter dengan memilih naik di kursi depan mobil Foreder polisi.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi saat ditanya wartawan apa maksud kedatangan ke Balai Kota bersama Wakapolda Sulsel, Endi berkilah datang menemui Wali Kota untuk bersilaturahmi.

“Kami datang hanya bersilaturahmi bersama Wali Kota pak Danny Pomanto,” katanya singkat. Namun kembali dipertanyakan apakah ada hubungan dengan sidang hari ini terkait penyerangan Balai Kota, kata dia, mengaku tidak ada soal itu, meski kedatangannya mendadak.

Terkait dengan status tersangka para oknum anggota Polri yang melakukan penyerangan ke Balai Kota pada 7 Agustus lalu menghancurkan kaca kantor serta merusak kendaraan parkir saat itu, sebut dia, sudah selesai.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat diminta tanggapan soal pertemuan itu, enggan merinci dan hanya menerima silaturahmi pimpinan kepolisian. Meski dirinya berbicara pertemuan tertutup membahas keamanan kota dan program lainnya, tetapi wartawan masih menaruh curiga.

Danny juga menyebutkan laporan polisi bagi perusak kantornya, sudah dicabut di kepolisian, dengan alasan dirinya sudah mendapat titik temu untuk segera mengakhiri kasus ini agar tidak berkepanjangan antarinstitusi negara, kendati diketahui jelas-jelas melakukan penyerangan adalah oknum polisi.

Sementara tanggapan bagi terdakwa Jusman kini nasibnya menjalani proses hukum, kata Danny, dirinya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Penasehat Hukum berjumlah 17 orang untuk membela terdakwa sampai selesai.

“Saya serahkan sepenuhnya kepada Biro Hukum Pemkot dan penasehat hukum yang membela terdakwa. Mudah-mudahan keadilan bisa ditenggakkan,” harap mantan staf ahli perencanaan kota Makassar itu diera mantan Wali Kota Makassar dua priode, Ilham Arief Sirajuddin. ant


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya