HTTP Status[404] Errno [0]

Proyek Cleaning Service Unhas 2017 Diduga Mark Up

01 February 2017 01:18
Proyek Cleaning Service Unhas 2017 Diduga Mark Up
Kampus Unhas Makassar di Jl.Perintis Kemerdekaan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com
Kampus Unhas Makassar di Jl.Perintis Kemerdekaan

Kampus Unhas Makassar di Jl.Perintis Kemerdekaan

BugisPos – Selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, pelaksanaan proyek clening service di kampus Unhas Tamalanrea, berjalan aman-aman saja, tidak menimbulkan persoalan. Namun pada tahun 2017 ini, diam-diam muncul persoalan di lingkup panitian lelang proyek. Dari sebuah sumber terungkap, bahwa panitia lelang telah memenangkan PT.Riztechindo dengan nilai penawaran Rp13.571.829.000, yang merupakan penawaran tertinggi yang sudah terkoreksi. Pemenang ini diumumkan pantia pada 25/12/2016. Proyek ini meliputi objek pekerjaan cleaning service kampus dan halaman kampus.

Pemenang sebetulnya telah disanggah pihak PT.Triwana Graha Utama pada 25/12/2016 yang antara lain menyebut panitia tidak transparan menerapkan aturan sesuai Kepres. Direktur PT.Triguna Graha Utama Abd.Haris,SE memprotes persyaratan administrasi yang dianggapnya mengada-ada.

Ketua Pokja Pekerjaan Pengadaan Jasa Cleaning Service Unhas, Mustam, dalam suratnya tertanggal 4/12/17 menjawab sanggahan Haris, bahwa pihaknya telah melakukan pelelangan secara transparan. Lalu sanggahan kedua dari Haris sudah tak dihiraukan.

Yang aneh ialah, sebab di kalangan panitia sendiri sepertinya tidak kompak. Bahkan dari sebuah sumber didapat info bahwa panitia sampai sekarang belum menandatangani perjanjianjian kontrak padahal panitia sudah bubar. Namun benar tidaknya informasi ini belum dapat dijamin kebenarannya.

Makr Up

Hasil penelusuran tim BugisPos mengungkapkan, bahwa ternyata pada proyek ini ditengarai terjadi mark up anggaran sehingga dapat diduga dalam proyek ini sangat mungkin menimbulkan kerugian negara sekitar Rp2 miliar.

Data yang diperoleh BugisPos mengungkapkan, bahwa pada tahun anggaran 2016 proyek ini dibagi dua, yakni cleaning service kampus sebesar Rp8.475.399.000. Sedang untuk halaman Rp2.455.578.000. Totalnya sebesar Rp10.938.977.000.

Proyek ini tahun 2016 dipecah dua lalu disatukan pada 2017, dan dimenangkan PT.Riztechindo senilai proyek sebesar Rp13.571.829.000. Artinya terdapat penggelembungan anggaran sebab kondisi Unhas dan halamannya tak ada perubahan volume dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Kenaikan UMP juga tak berpengaruh banyak pada hitungan kerugian negara.

Ketua panitia lelang, Mustam, yang berusaha dikonfirmasi, hingga berita ini dipublis belum berhasil ditemui. Sekretaris LSM Drat Sulsel, Irham Andada,SE kepada BugisPos menyatakan, bila benar dengan kondisi seperti itu maka sangat mungkin terjadi penggelembungan anggaran di dalamnya. Irham menyatakan pihaknya akan membawa masalah ini ke ranah hukum berdasarkan data yang ada.

“Kejaksaan sebaiknya turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus ini, supaya proses lelang dan penetapan anggaran proyek menjadi terang benderang” pinta Irham Andada (darna)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya