HTTP Status[404] Errno [0]

IYL – NH Mengapa Berseteru

24 August 2017 06:16
IYL – NH Mengapa Berseteru
Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo

BugisPos — Persteruan politik antara Nurdin Halid (NH) dengan Ichsan Yasin Limpo (IYL) sepertinya memang semakin kencang dan tajam dalam ‘lomba politik’ untuk merebut kursi gubernur Sulsel pasca kekuasaan Syahrul Yasin Limpo (SYL) di 2018 mendatang.

Sesungguhnya keduanya belum tentu juga lolos ke dalam areal pemilihan gubernur Sulsel, setelah mencermati semakin dinamisnya proses politik baik di tingkat Sulsel maupun di tingkat pusat.

Faktanya, rekomendasi NadDem untuk IYL tiba-tiba saja dicabut oleh DPP NasDem dan arah politik NasDem berubah. Ketua DPP NasDem Surya Paloh bahkan dikabarkan mendapat mandat menjadi ketua Koalisi Partai pendukung pemerintah.

Sedang terhadap NH yang belakangan ini mulai terkesan redup dalam proses pencalonannya di Pilgub Sulsel, dikabarkan akan naik pangkat menjadi ketua DPP Golkar, meninggalkan Pilgub Sulsel, dan konon mulai meraba-raba jalan menuju Pilpres 2019 untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Dan bila kabar ini benar adanya maka tentu saja situasi politik di Sulsel menuju Pilgub akan berubah wajah dan citarasa.

Namun terlepas dari semua itu, ada hal yang membuat rakyat Sulsel bertanya-tanya, ada apa sebenarnya yang terjadi sehingga menimbulkan perseteruan politik yang begitu keras di antara NH dengan IYL plus SYL.

Terkait hal itu, pakar Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, Dr Syarifuddin Jurdi mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan gerbong Ichsan Yasin Limpo dan Nurdin Halid berseteru.

Ketua Jurusan Ilmu Politik UIN Alauddin ini menganggap yang lebih tepat antara NH dan IYL merupakan bagian dari dinamika politik dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang.

Dia juga mengungkapkan bahwa fenomena tersebut dapat dibaca dalam tiga perspektif:

  1. Perebutan Pengaruh Keluarga ; Gerbong Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo, bagaimanapun basis massa calon wakil gubernur keduanya berasal dari keluarga yang sama dan basis yang sama.

Andi Mudzakkar dan Aziz Qahhar Mudzakkar bersaudara dan punya basis massa di Luwu Raya.

  1. Berebut Kuasa Partai Golkar ; Kontestasi keduanya bagian dari kekanjutan dari perebutan kuasa di Partai Golkar, bagaimanapun Ichsan YL dan keluarganya dalam waktu yang panjang pernah memimpin golkar dan secara tiba-tiba disingkirkan oleh Nurdin Halid .
  2. Peluang Calon Lain ; Rivalitas politik keduanya membawa konsekuensi tersendiri bagi kedua pasangan dalam perebutan pengaruh.

Fenomena ini memungkinkan calon lain akan muncul dan memanfaatkan mimentum itu untuk melakukan penetrasi ke basis keduanya. Implikasi langsung bagi keduanya bisa.

Sejarah

Dalam sejarah DPD I Golkar Sulsel, yakni dengan terpilihnya SYL menjadi ketua DPD I Golkar Sulsel tempo hari di Hotel Aryaduta Makassar, sesungguhnya peranan NH sungguh sangat besar di dalamnya.

NH selaku Koordinator DPP Golkar untuk Indonesia Timur saat itu, mendapat tugas untuk mendudukkan SYL di kursi ketua DPD I Golkar Sulsel.

Tantangannya ialah, sebab Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang saat itu menjabat Walikota Makassar, juga cukup kuat untuk memenangkan pemilihan ketua Golkar Sulsel.

Namun kemudian atas kepiawaian NH menggoreng permaina, lalu jadilah SYL terpilih secara aklamasi, dengan embel-embel IAS harus mengalah dengan janji dijadikan Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel. Namun kemudian IAS kecewa karena jabatannya bukan ketua harian tapi hanya ditaruh di deretan wakil ketua. Disitulah IAS memilih belok dan sukses menjadi ketua DPD Demokrat Sulsel.

Lalu apa kaitannya NH dengan IYL ? Nah, disitulah masalahnya. NH dituding bermain sendiri dengan calon-calon bupati/walikota di daerah, dan langsung merekomendir mereka tanpa melalui SYL selaku ketua DPD I Sulsel. Dan puncaknya ketika Supomo Guntur/Kadir Halid maju di Pilwali 4 tahun lalu.

Sebab ternyata Supomo/Kadir telah direkomendir DPP Golkar maju beetarung di Pilwali tanpa melalui SYL. Akibatnya, SYL memaksakan Irman Yasin Limpo (None) maju di Pilwali berpasangan dengan Busrah Abdullah dengan diusung PPP dan PAN Makassar. Kesannya None maju di Pilwali saat itu hanya terutama untuk menjatuhkan Supomo/Kadir.

Berkali-kali Supomo/Kadir dan NH melakukan komunikasi dengan SYL namun tak digubris. Dapat dibayangkan Supomo/Kadir diusung Golkar Makassar namun SYL yang ketua Golkar Sulsel terkesan lebih berpihak ke None yang diusung PPP dan PAN.

Inilah agaknya yang menjadi puncak perseteruan NH dengan SYL yang kemudian berimbas ke IYL yang muncul berhadapan dengan NH di Pilgub Sulsel (darna)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya