HTTP Status[404] Errno [0]

Mobil Ambulance Tidak Bisa Angkut Mayat

01 September 2017 15:11
Mobil Ambulance Tidak Bisa Angkut Mayat
Rifai Manangkasi Ketua JOIN Sulsel.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kasus wafatnya keluarga Mappi, warga Kajang yang harus ditandu dengan sarung berjarak lima kilometer, keliru jika menyalahkan pihak Puskesmas setempat.

Kepada BugisPos beberapa waktu yang lalu, kepala Dinas Kesehatan Provensi Sulawesi selatan Dr. Dr. Rahmat menjelaskan bahwa warga memang harus bisa membedakan antara mobil ambulance dan kendaraan jenazah.

Mobil ambulance, kata Dr. Rahmat tidak boleh sembarang dipergunakan maupun ditumpangi sebab di dalamnya banyak memuat perlengkapan medis.

Dr. dr. Rahmat memberi contoh ambulance dengan ruang operasi. “Siapapun tak boleh dirawat di ruang operasi dalam kondisi apapun. Masuk saja pakai sendal maka ruang operasi itu tidak boleh dipergunakan,” ujarnya.

Kasus ini memantik kepedulian pengurus JOIN Sulsel berkaitan pemberitaan media ciber, dan sikap bupati Bulukumba yang mencopot kepala puskesmas Kajang.

Sebelum menjatuhkan “vonis” pada paramedis di Puskesmas Kajang, sebaiknya warga, LSM, dan pemerhati terkhusus jurnalis online hingga kasus ini viral di Medsos, bisa mengerti jika mobil Ambulance, tidak bisa mengangkut mayat.

“Warga yang meninggal dunia hanya bisa diangkut oleh mobil jenazah biasanya dikuasai oleh Dinas Sosial,” ujar Rifai Manangkasi, ketua JOIN Sulsel saat dimintai komentar. – Ali –


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya