HTTP Status[404] Errno [0]

Gisi Buruk Anak, Kurangnya Asupan Makanan Gisi

06 September 2017 21:13
Gisi Buruk Anak, Kurangnya Asupan Makanan Gisi
drg Sufriani, M.Kes
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

PT

drg Sufriani, M.Kes

BugisPos – Gizi buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun). Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak, gizi buruk pada anak seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, di samping itu bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan ataupun terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh.

Dalam istilah medis Gizi Buruk disebut sebagai Malnutrisi Energi Protein (MEP) Berat, MEP itu sendiri ada dua macam yaitu MEP ringan dan berat. Pada MEP ringan disebut juga sebagai gizi kurang, belum menunjukkan gejala klinis yang khas, anak yang mengalami gizi kurang hanya terlihat kurus dan gangguan pertumbuhan. Sedangkan MEP berat atau gizi buruk, anak sudah memiliki gejala-gejala klinis yang khas beserta gangguan biokimiawi dalam tubuh. Gizi buruk dikenal juga dengan sebutan Busung Lapar yang memiliki tiga bentuk klinis, yaitu Marasmus, Kwashiorkor, dan Marasmus-Kwashiorkor.

Penyebab paling umum dari kekurangan gizi pada anak-anak adalah kondisi kesehatan jangka panjang yang menyebabkan kurangnya nafsu makan
mengganggu proses normal pencernaan menyebabkan tubuh memerlukan energi yang besar

Penanganan Gizi Buruk sangat perlu dilakukan baik yang sifatnya dalam bentuk pripentif atau bentuk persuasif sehingga di harapkan, Jika Anda mencurigai seorang anak mengalami gizi buruk, maka segeralah di bawa ke puskesmas atau dokter untuk dilakukan pemeriksaan status gizi anak dan menentukan faktor-faktor penyebabnya agar dapat dilakukan penanganan yang sesuai.

Gizi buruk pada anak ditangani dengan tiga fase, yaitu stabilisasi, transisi. penanganan dilakukan sebagaimana mestinya oleh penyedia layanan kesehatan, selanjutnya antibiotik bisa diberikan apabila diketahui ada infeksi yang menyeratai.
Dokter juga akan memberikan suplemen vitamin A dengan dosis yang disesuaikan usia anak. Multivitamin dan mineral terutama asam folat juga diberikan di hari pertama sebanyak 5 mg dan selanjutnya 1 mg perhari.

Pemberian makanan diberikan secara bertahap, karena tubuh yang tadinya tidak mendapatkan cukup makanan perlu beradaptasi, makanan terbaik adalah yang tinggi protein dan karbohidrat.

Seperti yang terjadi sama anak Muhammad Ikram, bayi berumur 6 bulan dengan berat badan hanya sekira 3 kilogram, hidup serba kekurangan di Kota Parepare

Kemiskinan yang mendera keluarganya, membuat Ikram tidak mendapat gizi yang cukup. Sebelumnya berat badan Ikram mencapai 6 kg. Akibat kurangnya asupan gizi, berat badan Ikram kini turun menjadi 3 kg.

Bayi malang ini tinggal bersama ibu wiwi, saudara dan neneknya di gubuk reyot yang tidak layak huni, di Jl Bukit Harapan No 14, Kelurahan Bukit Harapan Kecamatan Soreang. Ikram adalah bungsu dari 4 bersaudara, Ibunya bernama Wiwi, honorer di Pemkot Parepare dan neneknya bernama Sumintarti (51).

Ikram sempat diantar ke Puskesmas Cempae untuk mendapat perawatan dan kini dirawat di RSUD Andi Makkasau. Kata kepala puskesmas Cempae Kota Parepare drg. Sufriani, M.kes

Menurut kepala seksi kesehatan keluarga dan Gizi dinas Kesehatan Kota Parepare ibu kasna Saat di konfirmasi Via hpnya mengatakan bahwa kejadian yang menimpah muh ikram ini diakibatkan karena kurangnya perhatian orang tua anak fikram karena tim kesehatan yang ada di tingkat posyandu selalu melakukan kegiatan penimbangan kepada bayi khusunya yang ada di daerah itu yang di tandai dengan adanya kartu kontrol untuk ibu dan anak,

Tim kesehatan kami juga selalu melakukan kegiatan pemberian makanan yang bergizi kepada anak bayi serta kita juga selalu melakukan penjagaan terutama kebersihaan lingkungan.

Yang terjadi pada bayi Muh Ikram ini, di akibatkan karena beberapa penyebab di antaranya, bila dilakukan kegiatan penimbangan orang tuanya mengatakan sudahmi di timbang, itu salah satu penyebabnya dan bukan hanya itu keluarga Muh Ikram cukup memperihatinkan sehingga di lakukan komunikasi kepada semua pihak yang berkompoten di antaranya, pihak kelurahaan, dinas sosial, dan dinas kesehatan sendiri. Kata ibu kasna.- Arman –


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya