HTTP Status[404] Errno [0]

Mendongeng Sebagai Media Kreatif Cerdaskan Anak

09 September 2017 18:38
Mendongeng Sebagai Media Kreatif Cerdaskan Anak
Kak Seto Mulyadi hadir di Bulukumba
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Banyak orang tua maupun tenaga pendidik mengeluhkan betapa sulitnya mengarahkan anak untuk belajar.

Padahal menurut Seto Mulyadi, pakar, pemerhati, dan psikolog anak, pada dasarnya anak senang belajar.

“Anak-anak kita pada dasarnya senang belajar, cuma cara untuk merangsang anak untuk senang, belajar kurang dipahami para orang tua maupun tenaga pendidik,” kata Seto Mulyadi saat membawa materi Workshop Mendongeng di Hotel Agri Bulukumba Sabtu (9/9/).

Dihadapan ratusan peserta terdiri dari unsur pendidik anak usia dini dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Bulukumba, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto itu menjelaskan, salah satu media yang efektif untuk menarik minat belajar anak adalah mendongeng.

Cerita-cerita yang dikemas dengan baik dapat menarik minat anak untuk belajar.
“Dongeng dapat membentuk kecerdasan dan karakter anak apabila muatan materinya diisi dengan standar etika, estetika atau keindahan tutur kata, ilmu pengetahuan dan teknologi, semangat nasionalisme cinta tanah air dan cara-cara menjaga kesehatan,” papar Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu.

Lebih lanjut pakar jebolan Universitas Indonesia itu menuturkan, umumnya orang tua atau tenaga pendidik cenderung memaksakan kehendak kepada anak-anak untuk menguasai bidang yang tidak diminatinya.

Padahal semua anak memiliki sudut kecerdasan, minat dan bakat masing-masing.
“Kemampuan orang tua untuk menggali bakat anak sangat berperan utamanya dalam mendampingi anak dalam menemukan bakat dan minatnya pada bidang tertentu,” katanya.

Lebih parah lagi menurut Kak Seto, masih banyak orang tua melakukan tindak kekerasan pada anak. “Perlakuan kasar dan keras terhadap anak justru menyebabkan anak kecewa, gelisah, rendah diri, mudah panik, dan agresif yang pada akhirnya menuntun anak menjadi ikut-ikutan kasar serta membuly teman-temanya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali
yang didaulat menyampaikan sambutan, berharap agar para peserta yang hadir dalam workshop mendongeng itu betul-betul dapat menyerap materi workshop dengan baik.

” Saya berharap hasil workshop betul-betul dapat dipraktekkan utamanya dalam rangka membentuk kecerdasan dan karakter anak,” harap Andi Sukri.

Bahkan Bupati Andi Sukri menyayangkan makin pudarnya materi-materi pembelajaran anak yang berasal dari akar budaya bangsa.

“Anak-anak kita dewasa ini memang masih terlihat saling berkumpul. Tapi mereka berkumpul dan sibuk dengan gadget atau handphone di tangan masing-masing. Informasi yang mereka konsumsi rata-rata sudah jauh dari akar budaya bangsa kita.

Hal-hal semacam itu, kata Andi Sukri, tentu berefek buruk bagi perkembangan karakter dan mental anak-anak kita.

Sementara itu, Siti Isniyah Tomy Satria ketua pelaksana sekaligus Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Bulukumba yang menggagas kegiatan workshop mendongeng bersama beberapa instansi terkait mengatakan, bahwa kegiatan yang menghadirkan Kak Seto tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mencapai visi Himpaudi Bulukumba yakni membentuk kecerdasan dan karakter anak. – SUAEDY LANTARA-


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya