HTTP Status[404] Errno [0]

Membangun Bantaeng Tanpa Korupsi

10 September 2017 07:27
Membangun Bantaeng Tanpa Korupsi
Yohana Margaretha memandu dialog
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Yohana Margaretha memandu dialog

BugisPos — Kabupaten Bantaeng seolah menjadi pijar nasional di negeri ini. Kabupaten yang tadinya terkebalakang, ternyata kini membuat mata terbelalak. Bupati Nurdin Abdullah telah menyulap Bantaeng menjadi kabupaten pilihan untuk berguru. Sejumlah pimpinan daerah telah banyak yang datang belajar ke Bantaeng dalam konteks membangun daerah mereka.

Sejak dipimpin Prof.H. Nurdin Abdulllah, Kabupaten Bantaeng telah menunjukkan perubahan dan kemajuan yang sangat besar. Menurut Koordinator Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endy Jaweng perubahan yang terjadi di Bantaeng tak lepas dari kemampuan Nurdin Abdullah membangun pondasi yang baik.

“Pak Nurdin dari awal mampu meletakkan pondasi yang baik. Tidak hanya membangun infrastruktur tapi mampu membangun kualitas SDM di daerahnya,” kata Rober dalam diskusi publik yang berlangsungsung pantai Seruni belum lama ini.

Diskusi dengan tema Membangun Demokrasi Lokal dan Pemerintah Daerah Bersih Dari Korupsi tersebut, selain menghadirkan Koordinatir Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endy Jaweng sebagai narasumber, juga menghadirkan Bupati Bantaeng, Prof.H.Nurdin Abdullah dan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan serta dipandu oleh Presenter TV Nasional, Yohana Margaretha.

Lanjut Robert menjelaskan, bahwa apa yang raih Bantaeng hal tersebut tak lepas dari Nurdin Abdullah mampu memanfaatkan pengelolaan angggaran APBD dengan baik.

“Kita ketahui awal Pak Nurdin pimpin Bantang APBD-nya sangat kecil dibanding kabupaten lain di Sulsel, tapi ia mampu mengelola dengan baik bebas dari korupsi, sehingga pembangunan di Bantang dapat terlihat. Saya kira pak Nurdin sudah harus naik kelas,”ungkap Robert yang sambut tepuk tangan ratusan peserta diskusi.

Sementara Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan juga mengatakan melihat pembangunan dan prestasi yang diraih Bantaeng sudah memperlihatkan bahwa pemimpinnya tidak korupsi. “Hanya dengan menggunakan APBD kecil, mampu membangun jalanan yang mulus dan membagun rumah sakit yang bagus dan sebagainya,” kata Ade Irawan.

Pada kesempatan itu Ade Irawan mengungkapkan bahwa masyarakat Bantang beruntung mendapatkan bupati seperti Nurdin Abdullah. “Masyarakat Bantaeng beruntung mempunyai bupati seperti pak Nurdin. Bupati yang mempunya komitmen tidak korupsi, punya integritas dan sebagainya. Hasilnya bisa dilihat seperti sekarang,”pungkasnya.

Ada Irawan berharap apa yang didapat Pemerintah kabupaten Bantaeng dapat di share ke daerah lain, agar daerah lain bisa
mencontoh bagaimana membangun dan membuat pelayanan lebih bagus tanpa korupsi.

“Cerita sukses ini kiranya bisa dibagi, jadikan Bantaeng suri tauladan dalam melawan korupsi. Tujuan melawan korupsi itu bukan memenjarakan orang, tapi bagaimana menbuat pelayanan lebih bagus,”Tutup Ade Irawan (@)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya